Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menyiapkan lebih dari 38 ton komoditas bahan pokok dalam program Pasar Murah Iduladha 2026 yang digelar di enam lokasi selama tiga hari.
Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha. “Pasar murah ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Nining, Selasa (19/5/2026).
Program pasar murah berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di enam titik, yakni UPTD Inlog Satpel Sukabumi, UPTD BPSMB Karawang, UPTD BPSMB Bandung, UPTD BPSMB Bogor, UPTD BPSMB Cirebon, dan UPTD IPOK Satpel Tasikmalaya.
Berbagai komoditas yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras medium, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang, aneka sayuran, daging ayam dan sapi, telur ayam, produk perikanan, hingga pangan olahan dan kemasan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog Jabar, ID Food untuk kesiapan pasokannya,” ujarnya.
Disperindag Jabar memperkirakan lebih dari 4.000 masyarakat akan menghadiri kegiatan tersebut. Sasaran pasar murah mencakup ibu rumah tangga, anggota PKK, guru, pekerja, hingga masyarakat umum lainnya.
Nining menjelaskan pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai mitra pendukung, di antaranya DKPP Jabar, DTPH Jabar, DKP Jabar, Bank Indonesia, Bulog Jabar, ID Food, Aprindo, kelompok tani, pelaku usaha ritel, hingga unsur kewilayahan.
Baca Juga
- Menjelang Iduladha 2026, Sejumlah Bansos Mulai Cair! BPNT dan PIP Masuk Tahap Penyaluran
- Libur Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
- Niat Puasa Arafah Jelang Iduladha 2026 untuk Hapus Dosa 2 Tahun
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar distribusi bahan pokok menjelang Iduladha tetap aman dan harga di pasar bisa lebih terkendali.“Kami ingin memastikan pasokan tersedia dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” katanya.





