GPCI, Tempo & Republika Tempuh Berbagai Upaya Selamatkan WNI Diculik Israel

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan para delegasi termasuk WNI yang diculik militer Israel. Paling penting, mereka bisa pulang kembali ke Indonesia.

“Pertama, kita fokus pemulangan delegasi yang diculik sampai ke negara masing-masing,” ucap Dewan Pengarah GPCI, Jajang Nurjaman saat konferensi pers di Sasana Budaya Rumah Kita, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Kemudian, memastikan kondisi keluarga para delegasi tersebut. Selain itu, GPCI juga mendorong agar pemerintah masing-masing pro aktif dalam jalur diplomasi untuk memulangkan para delegasi yang diculik.

“Nah yang terakhir, gerakan seluruh bangsa, seluruh media harus menyuarakan dan terus menekan Israel agar tidak bertindak lebih jauh, tidak ada penyiksaan, dan dengan mudah untuk bisa diproses untuk dipulangkan ke negara masing-masing,” tutur Jajang.

GPCI juga aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk mendorong upaya diplomatik. Hal itu dilakukan kepada Kementerian Luar Negeri dan kepada para diplomat Indonesia baik itu di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Ada dua komunikasi yang dilakukan. Satu, aktif berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dilakukan oleh Koordinator GPCI. Kami pun terus menanyakan kabar gitu ya kepada KBRI, kepada KJRI, bagaimana progres-progresnya begitu,” ungkap Dewan Pengarah GPCI, Irfan Nugraha.

Sementara itu, dua media yang reporternya turut ditangkap, yaitu Republika dan Tempo turut melakukan berbagai upaya. Keduanya berkoordinasi aktif dengan lembaga misi kemanusiaan ini dan pemerintah.

“Sudah pasti pertama kita berkomunikasi dengan GPCI karena memang kita berangkat ke sana juga atas koordinasi dari GPCI. Kemudian juga dengan GSF,” ucap Redaktur Pelaksana Republika, Budi Raharjo.

“Lalu di luar itu kita memanfaatkan channel jaringan kita yang kita miliki baik di pemerintahan terutama di Kementerian Luar Negeri. Redaksi kita benar-benar fokus ingin mencari tahu kabar rekan kami dan relawan yang lain itu di sana itu seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Tempo juga melakukan koordinasi dengan lembaga dalam maupun luar negeri. Utamanya dengan lembaga jurnalis internasional.

“Hari ini juga saya masih tek-tokan dengan beberapa lembaga internasional misalnya Committee to Protect Journalists, terus kemudian juga kita lagi membangun komunikasi dengan IFJ (International Federation of Journalists) dan juga International Federation of Expression,” ungkap Corporate Secretary PT Tempo Inti Media Tbk, Jajang Jamaludin.

Hingga kini, total ada 7 WNI yang diduga diculik militer Israel. Berikut daftarnya:


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bramah cetak poin terbanyak musim reguler
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Asosiasi Kontraktor Sebut Pembangunan Konstruksi PSN Terdampak Depresiasi Rupiah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
SMAN 1 Pontianak Temui SMAN 1 Sambas, Tegaskan Dukungan untuk Wakili Provinsi Kalbar di LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Nasional
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
LKPP Perkuat Tata Kelola PBJ Desa Untuk Cegah Praktik Korupsi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Selangkah Lagi Juara, Persib Siapkan Rute Pawai Kemenangan
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.