Polisi Pastikan Konflik Ahmad Bahar Vs GRIB Jaya Berakhir Damai, Tak Ada Unsur Penculikan

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Depok memastikan konflik antara penulis buku, Ahmad Bahar, dengan GRIB Jaya sudah selesai secara damai.

Kasi Humas Polres Depok AKP Made Budi mengatakan, pihaknya telah membantu mediasi antara kedua belah pihak.

"Iya, Polres membantu melakukan mediasi hingga keduanya sepakat untuk menyelesaikan secara damai," ujar Made singkat saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Polda Metro Pastikan Tim Pemburu Begal Tak Salah Gunakan Wewenang Saat Patroli

Made juga menyebut tidak ada unsur penculikan terkait peristiwa putri Ahmad Bahar dibawa dari rumahnya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, ke kantor GRIB Jaya di Jakarta Barat pada Minggu (17/5/2026).

Ia turut menunjukkan salinan surat kesepakatan damai antara Ahmad Bahar dan pihak GRIB Jaya.

Surat pernyataan bersama itu ditandatangani oleh Ahmad Bahar sebagai pihak pertama dan perwakilan Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Novianus Martin Bau, sebagai pihak kedua.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat tiga poin utama. Pertama, Ahmad Bahar menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules, beserta istri dan seluruh pengurus GRIB Jaya.

Pihak GRIB Jaya melalui Novianus Martin Bau juga telah menyatakan memaafkan Ahmad Bahar.

Kedua, Ahmad Bahar diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Hercules, yang dapat disiarkan melalui media, YouTube, atau media sosial lainnya, paling lambat Senin (18/5/2026) pukul 14.00 WIB. Lokasi pelaksanaan akan disepakati kedua pihak.

Ketiga, Ahmad Bahar diminta melakukan penurunan (take down) video yang beredar di media sosial terkait Hercules.

Surat pernyataan tersebut dibuat pada Minggu (17/5/2026) dan turut ditandatangani saksi dari kedua belah pihak, yakni Ketua RW 016 Kelurahan Tugu Junaedi Sitorus serta pengurus GRIB Jaya Marthin Mooy.

Dalam dokumen itu juga dijelaskan duduk perkara yang memicu polemik. Disebutkan, persoalan bermula dari video yang berkaitan dengan pemberitaan antara Amien Rais dan Hercules.

Baca juga: Pengamat Ingatkan Penurunan RW Kumuh Jakarta Jangan Dilihat dari Perubahan Tampilan

Dalam video tersebut, Ahmad Bahar sempat berkomentar, “Hati-hati sudah tua jangan seperti itu.”

Unggahan itu kemudian disebut mengandung pesan bernada penghinaan terhadap Hercules.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, Ahmad Bahar juga diduga mengirim pesan melalui WhatsApp kepada istri Hercules serta empat pengurus pusat GRIB Jaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Agar Tidak Bias Memuji Anak
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Menhan Sjafrie Klaim Batalyon Teritorial Mampu Turunkan Kasus Begal
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kisah Lilla Syifa, Perempuan 29 Tahun Kena Diabetes Hingga Koma
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Soal PDIP Saran Wapres Gibran Berkantor ke IKN, PSI: Tanggung Amat Usulan PDIP, Katanya Partai Gede
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.