Harkitnas Ke-188 Momentum Jaga Generasi Muda Demi Kedaulatan Bangsa

narasi.tv
10 jam lalu
Cover Berita

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei memiliki arti dan makna yang sangat penting dalam konteks pembangunan bangsa.

Pada peringatan Harkitnas ke-188 ini, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan dan persatuan merupakan pondasi utama dalam membangun negara yang kuat dan berdaulat.

Menjaga dan Memajukan Generasi Muda sebagai Pilar Bangsa

Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Emilda Sulasmi menegaskan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 merupakan momentum penting dalam menjaga generasi muda demi kedaulatan bangsa di masa depan.

"Tema Harkitnas 2026 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara' harus menjadi panggilan bersama untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, literasi digital, dan pemerataan kesempatan bagi generasi muda Indonesia," katanya di Medan, Selasa (19/5/26).

Generasi muda adalah aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan. Menurut dia, kedaulatan negara saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan wilayah, tetapi juga kualitas membentuk kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing yang tumbuh melalui pendidikan yang bermutu, sehat secata mental, kritis, dan memiliki literasi digital yang baik.

Tantangan Akses Pendidikan dan Kesenjangan Sosial

Emilia menilai ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan serius karena tidak semua anak Indonesia memiliki akses yang sama terhadap fasilitas belajar yang memadai.

Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pemerataan pendidikan adalah ketimpangan akses terutama di wilayah terpencil, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta bagi keluarga kurang mampu. Anak-anak di wilayah tersebut seringkali menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan bermutu.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya literasi digital di era teknologi informasi.

"Tanpa kemampuan berpikir kritis, generasi muda rentan terhadap hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan manipulasi informasi di ruang digital," katanya.

Ia menambahkan, sekolah memegang peranan sentral sebagai institusi dalam pembentukan karakter dan nalar kritis peserta didikan, bukan sekadar tempat penyampaian materi pelajaran.

Di era digital saat ini, penguatan literasi, ketahanan pangan sekolah, kesehatan peserta didik, dan bimbingan karir perlu dijalankan secara terintegrasi.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-188 ini harus menjadi momentum nyata bagi seluruh pihak untuk menguatkan peran generasi muda sebegai subjek utama pembangunan bangsa demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Brent USD 111,28 per Barel
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Klaim Cadangan Beras RI Tembus 5.3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah
• 1 jam laludisway.id
thumb
Anggota DPRD Palangkaraya Ajak Warga Manfaatkan Keringanan dan Penghapusan Denda Pajak Kendaraan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ekspor Komoditas SDA Wajib via Danantara, GPEI Ingatkan Banyak Kontrak Jangka Panjang
• 34 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.