Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Selasa (19/5) dan bisa dibaca kembali untuk mengawali hari ini.
Berita diawali dengan serba-serbi pencegahan kekerasan di Indonesia hingga belum ditemukannya kasus Ebola di Indonesia.
1. Waspada kekerasan online, orang tua diminta melek literasi digital
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) agar lebih mewaspadai dampak negatif media sosial seperti kekerasan berbasis online yang mengancam perempuan dan anak.
"Kejahatan berbasis online saat ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga mempengaruhi pola asuh, moralitas, dan ketahanan keluarga. Orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan memahami aktivitas anak di ruang digital agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi daring," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.
2. Kemdiktisaintek optimalkan Satgas PPKPT cegah kekerasan di kampus
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong seluruh perguruan tinggi mengoptimalkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk menciptakan kampus aman.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja menegaskan bahwa langkah ini diambil guna membangun ruang belajar yang bebas dari segala jenis ancaman.
3. Khofifah: Pesantren punya peran strategis pembentukan karakter bangsa
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan pondok pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moral, dan peradaban bangsa.
"Sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur, Pesantren Zainul Hasan Genggong bukan sekadar lembaga pendidikan, namun juga tumbuh menjadi benteng pertahanan moral yang sangat kokoh bagi Jatim dan Indonesia," kata Khofifah.
4. BNPB: Banjir landa tiga provinsi akibat hujan deras 24 jam terakhir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa banjir dari luapan air sungai karena intensitas hujan yang tinggi tersebut mengakibatkan ribuan rumah warga serta fasilitas publik terendam, hingga memaksa sebagian warga mengungsi.
5. Kemenkes pastikan belum ditemukan kasus Ebola di RI sejauh ini
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan merespons penetapan wabah Ebola di Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) oleh WHO.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan penetapan status darurat oleh WHO menunjukkan perlunya kewaspadaan global, meskipun penyebaran virus ini belum dikategorikan sebagai pandemi. Langkah tersebut diambil karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, serta masih adanya ketidakpastian mengenai luasnya penyebaran wabah di Afrika Tengah.
"Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," ujar Aji.
Berita diawali dengan serba-serbi pencegahan kekerasan di Indonesia hingga belum ditemukannya kasus Ebola di Indonesia.
1. Waspada kekerasan online, orang tua diminta melek literasi digital
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) agar lebih mewaspadai dampak negatif media sosial seperti kekerasan berbasis online yang mengancam perempuan dan anak.
"Kejahatan berbasis online saat ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga mempengaruhi pola asuh, moralitas, dan ketahanan keluarga. Orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan memahami aktivitas anak di ruang digital agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi daring," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.
2. Kemdiktisaintek optimalkan Satgas PPKPT cegah kekerasan di kampus
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong seluruh perguruan tinggi mengoptimalkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk menciptakan kampus aman.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja menegaskan bahwa langkah ini diambil guna membangun ruang belajar yang bebas dari segala jenis ancaman.
3. Khofifah: Pesantren punya peran strategis pembentukan karakter bangsa
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan pondok pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moral, dan peradaban bangsa.
"Sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur, Pesantren Zainul Hasan Genggong bukan sekadar lembaga pendidikan, namun juga tumbuh menjadi benteng pertahanan moral yang sangat kokoh bagi Jatim dan Indonesia," kata Khofifah.
4. BNPB: Banjir landa tiga provinsi akibat hujan deras 24 jam terakhir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa banjir dari luapan air sungai karena intensitas hujan yang tinggi tersebut mengakibatkan ribuan rumah warga serta fasilitas publik terendam, hingga memaksa sebagian warga mengungsi.
5. Kemenkes pastikan belum ditemukan kasus Ebola di RI sejauh ini
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan merespons penetapan wabah Ebola di Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) oleh WHO.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan penetapan status darurat oleh WHO menunjukkan perlunya kewaspadaan global, meskipun penyebaran virus ini belum dikategorikan sebagai pandemi. Langkah tersebut diambil karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, serta masih adanya ketidakpastian mengenai luasnya penyebaran wabah di Afrika Tengah.
"Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," ujar Aji.





