FAJAR, ISTANBUL—Final Liga Europa antara Aston Villa dan Freiburg akan berlangsung di Beşiktaş Park, dini hari nanti. Ini adalah final bersejarah yang sangat penting bagi kedua klub.
Di tepi Selat Bosporus yang ramai di Istanbul, salah satu dari Freiburg atau Aston Villa akan menulis babak baru dalam sejarah mereka dengan kemenangan yang akan sangat berarti bagi kedua belah pihak.
Freiburg belum pernah memenangkan trofi besar. Penampilan terbaik klub Jerman itu di Liga Europa sebelum musim ini adalah mencapai babak 16 besar pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Sebaliknya, Aston Villa mencoba mengulang kenangan manis mereka sebagai juara Liga Champions pada musim 1981/1982. Sebuah kebetulan, mereka saat itu mengalahkan klub Jerman lainnya, Bayern Munchen dengan skor 1-0 di final.
Kedua klub memasuki laga puncak dengan bekal yang sangat bagus yang bisa menjadi alasan untuk menantikan final yang berkualitas.
Setelah finis di posisi ketujuh di fase liga, Freiburg tidak berhenti mencetak gol di babak gugur. Mereka mencetak tiga gol atau lebih dalam empat dari enam pertandingan mereka untuk mengalahkan Genk, Celta Vigo, dan Braga.
Tim asuhan Julian Schuster sangat menghibur untuk ditonton, dengan pemain-pemain seperti pencetak gol terbanyak mereka Vincenzo Grifo, kiper tangguh Noah Atubolu, dan gelandang berbakat berusia 20 tahun Johan Manzambi memainkan peran besar.
Sekarang pertanyaannya adalah apakah tim muda ini dapat tampil maksimal di panggung besar yang belum pernah mereka jejaki sebelumnya. Apalagi, mereka akan menghadapi tim yang diasuh “raja” Liga Europa, Unai Emery.
Sang ahli taktik Spanyol itu akan tampil di final Liga Europa keenamnya sebagai pelatih, sebuah rekor yang terus diperpanjang. Ia telah memenangkan gelar empat kali dan pengalamannya bisa menjadi kunci.
Selain itu, Aston Villa yang mengincar trofi pertama mereka dalam 30 tahun juga menyongsong laga ini dengan bekal luar biasa. Termasuk mengalahkan Liverpool di akhir pekan yang memastikan tempat mereka di Liga Champions musim depan.
Di Liga Europa, Aston Villa juga menunjukkan taring. Setelah memenangkan tujuh dari delapan pertandingan fase liga mereka untuk finis di posisi kedua, mereka kemudian menyingkirkan Lille, Bologna, dan Nottingham Forest di babak sistem gugur.
Seperti sang lawan, Aston Villa juga punya pemain kunci yang sudah teruji. Kepemimpinan John McGinn, kreativitas Morgan Rogers, dan gol-gol Ollie Watkins adalah senjata mereka.
Kubu Black Forest, julukan Freiburg yang mengejar gelar pertama klub setelah didirikan 122 tahun lalu menyebut ini laga istimewa. Dan Pelatih Freiburg, Julian Schuster tidak mau melewatkannya begitu saja.
“Ini sudah sangat istimewa. Kita harus menyebutkan bahwa kita ingin mengambil langkah terakhir dan tidak hanya puas mencapai final. Kami benar-benar termotivasi untuk memenangkannya,” tegasnya di situs UEFA.
Ia mengatakan, dukungan dan solidaritas di Freiburg jauh lebih kuat dari sebelumnya setelah mereka memastikan tempat di final. Ikatan luar biasa itu menurutnya pantas diganjar dengan perayaan juara di akhir perjalanan bak dongeng mereka di Istanbul.
“Itulah kekuatan sepak bola, bahwa sepak bola dapat memikat begitu banyak orang dan menyatukan mereka. Ini perasaan yang sangat menyenangkan dan kami menikmati momen ini,” ujarnya.
Tapi Emery, punya ambisi sama. “Memainkan final di Istanbul adalah sesuatu yang istimewa dan kita bisa bangga dengan bagaimana kita mencapainya,” ujarnya.
Dengan pengalaman dan level skuad yang mereka miliki, Aston Villa jelas lebih difavoritkan. Namun, Emery menegaskan bahwa mereka sangat menghormati Freiburg.
“Sekarang nikmati, nikmati prosesnya, nikmati finalnya, nikmati persiapan pertandingan, hormati kompetisi, hormati finalnya, hormati Freiburg,” tandasnya.
Untuk laga ini, ada tanda tanya besar bagi Aston Villa terkait kebugaran Amadou Onana yang belum bermain sejak mengalami masalah betis di leg pertama semifinal.
Jika ia tidak siap, Emery mungkin akan mengandalkan Victor Lindelöf yang tampil mengesankan sebagai pengganti saat melawan Forest di kandang sendiri pada leg kedua babak semifinal.
Sementara Freiburg, pelatih Julian Schuster harus menyesuaikan susunan pemain terbaiknya setelah Yuito Suzuki mengalami patah tulang selangka. Di luar Suzuki, semua pemain Freiburg tersedia. (amr)
Prakiraan Pemain
Freiburg (4-2-3-1): Atubolu; Kübler, Ginter, Lienhart, Treu; Eggestein, Manzambi; Beste, Höler, Grifo; Matanović
Aston Villa (4-2-3-1): Martínez; Cash, Konsa, Pau Torres, Digne; Lindelöf, Tielemans; McGinn, Rogers, Buendía; Watkins


:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377603/original/049341500_1779252733-Prabowo_DPR_Paripurna.jpeg)


