Oleh: Dr I Wayan Sudirta, SH, MH, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sejarah adalah kelangsungan jiwa bangsa. Hanya bangsa yang menangkap petir sejarahnya sendiri yang mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri!"
— Ir Soekarno
Baca Juga
UEA Ungkap Serangan Fasilitas PLTN-nya Datang dari Irak, Negara yang Ada Pangkalan Militer Israel?
5 Fakta tentang Hindutva yang 'Membunuh' Mahatma Ghandi dan Membenci Umat Islam
Peristiwa Langka: Matahari akan Berada di Atas Kabah Tepat Seiring Takbir Idul Adha dan Adzan Zuhur
Lebih dari seabad yang lalu, di sebuah ruang kelas kecil dan koridor-koridor asrama School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Batavia, sebuah pemikiran radikal dan visioner sedang digodok.
Lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 bukan sekadar momentum berdirinya sebuah organisasi modern, ia adalah sebuah ledakan spiritual dan intelektual yang digerakkan oleh jemari para pemuda.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Hari Kebangkitan Nasional adalah garis demarkasi tegas yang memisahkan antara era kegelapan primordialisme kedaerahan yang terfragmentasi, menuju fajar cerah kesadaran nasional yang terunifikasi.
Pergerakan ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia dipicu oleh kegelisahan mendalam seorang dokter tua keliling, dr Wahidin Soedirohoesodo, yang meratapi ketertinggalan dan kemiskinan bangsanya akibat ketiadaan akses pendidikan.
Gagasan Wahidin tentang Studiefonds (dana pendidikan) menyalakan api di hati para pemuda STOVIA.
Pemuda Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji, dan rekan-rekannya menyadari bahwa obat bagi penyakit "penjajahan" yang diderita tanah air mereka bukanlah ramuan medis, melainkan sebuah organisasi modern yang terstruktur.
Warga mengamati koleksi saat berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sebuah momen penting dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan. Peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional tahun 2025 mengusung tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat. Tema ini menjadi seruan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bangkit menghadapi berbagai tantangan baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang tangguh, adil, dan berkelanjutan. - (Republika/Prayogi)
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.