IIMS Surabaya 2026, Merayu Konsumen di Libur Idul Adha

kompas.id
58 menit lalu
Cover Berita

Indonesia International Motor Show atau IIMS Surabaya dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 31 Mei 2026 mendatang. Perjelatan IIMS bersamaan dengan musim libur Idul Adha dan peringatan 733 Tahun Surabaya.

Pelaksanaan pameran otomotif ini kembali menguji daya beli masyarakat terutama Surabaya dan Jawa Timur. Sebabnya, isu perekonomian nasional sedang tertekan oleh situasi geopolitik dunia akibat perang.

Apalagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah. Pada pembukaan Rabu (20/5/2026), 1 dollar AS sudah mencapai Rp 17.747. Bank Indonesia dan pemerintah berusaha keras menguatkan nilai tukar rupiah.

Namun, konsumsi otomotif ternyata berjalan dengan logika berlainan. Menurut Project Manager IIMS 2026 Rudy MF, penjualan produk otomotif kurun Januari-April 2026 naik 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sebelum diadakan di Surabaya, seri IIMS tahun ini dibuka di Jakarta kurun 5-15 Februari 2026. Selama pameran itu, penyelenggara mengklaim terjadi transaksi total senilai Rp 8,7 triliun dengan 580.000 pengunjung. Jumlah yang didulang tahun ini naik signifikan daripada 2025 dengan transaksi Rp 8 triliun dengan 579.000 pengunjung.

Baca JugaIIMS 2026 Bukukan Transaksi Rp 8,7 Triliun dan Menyedot 580.250 Pengunjung
Baca JugaIIMS 2026 Resmi Ditutup, Antusiasme Publik Tetap Tinggi hingga Hari Terakhir

Konsumsi masyarakat pada kendaraan bermotor seolah menjadi anomali terhadap isu pelemahan rupiah dan daya beli masyarakat. Anomali juga diperlihatkan dari klaim pertumbuhan ekonomi daerah kurun triwulan I (Januari-Maret 2026). Surabaya dan Jatim mengklaim ekonomi tumbuh 5,9 persen.

Dari sana dapat dibaca bahwa kalangan masyarakat Surabaya dan Jatim masih amat mungkin belanja otomotif. Hal inilah yang ditangkap oleh penyelenggara IIMS. Waktu pelaksanaan kebetulan bertepatan dengan Idul Adha pada 27 Mei 2026 dan Hari Jadi Surabaya pada 31 Mei 2026.

Ada kebiasaan masyarakat ketika hari raya mudik ke kampung halaman. Untuk mudik Idul Adha, di Jatim cukup kental budaya toron atau turun oleh peranakan Madura ke tanah kelahiran di seberang Surabaya. Ini mungkin bisa diprediksi bahwa ada satu-dua hari Surabaya ditinggalkan seperti saat libur Idul Fitri.

Namun, budaya toron lebih lekat dengan warga peranakan Madura. Sedangkan di Surabaya, pergerakan masyarakat lintas daerah termasuk dari Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto yang terdekat. ”Dilihat dari pengalaman sebelumnya, justru pengunjung mal malah padat saat musim libur,” kata Project Officer IIMS Surabaya Bramantyo Hutomo.

Penyelenggara berpatokan pada peningkatan jumlah pengunjung atau keberhasilan IIMS dua tahun terakhir. Menurut data, edisi 2024, pameran otomotif ini dikunjungi lebih dari 28.200 orang. Total transaksi tercatat Rp 247,7 miliar. Pemeran diikuti 11 jenama mobil, 15 jenama sepeda motor, dan 3 jenama pendukung.

Tahun 2025, pameran diikuti 11 jenama mobil, 15 jenama sepeda motor, dan 8 jenama pendukung. Jumlah pengunjung meningkat menjadi 30.100 orang dan transaksi yang terjadi senilai Rp 260 miliar.

Tahun ini, IIMS Surabaya kembali diadakan di Grand City. Pameran diikuti 14 jenama mobil, 15 jenama sepeda motor, dan 13 jenama pendukung. Area pameran meluas dari 9.975 meter per segi (m2) menjadi 10.686 m2, dan saat ini 12.388 m2.

Kegiatan yang memeriahkan pameran juga ada dan bertambah yakni lomba, olahraga, pentas musik, dan eksebisi kopi. Penambahan luas area, peningkatan peserta pameran, dan kegiatan baru membuat penyelenggara yakin jumlah pengunjung akan menjadi 32.000 jiwa. Selain itu, transaksi ditargetkan mencapai Rp 265 miliar.

Baca JugaIIMS Surabaya 2025 Uji Pasar Otomotif Jatim
Baca JugaIIMS Surabaya 2023 Perkuat Posisi Pasar Otomotif Jatim

Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Solaiman Widjaja mengatakan, telah lima tahun menjadi mitra resmi IIMS Surabaya. Kemitraan ini merupakan komitmen perbankan untuk tetap mendukung industri otomotif.

Solaiman melanjutkan, industri otomotif penting sebagai penggerak ekonomi nasional. Sebagai gambaran, Jatim berkontribusi urutan kedua dalam struktur ekonomi nasional. Di Jatim, daerah ekonomi utama ialah Surabaya, ibu kota.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 5,87 persen. Dari sana, kontribusi terbesar yang 26,9 persen berupa perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.

”Artinya, industri otomotif membentuk ekonomi daerah di Surabaya dan Jatim,” ujar Solaiman. Untuk itu, tidak mengherankan jika populasi kendaraan bermotor di Surabaya tertinggi di antara kabupaten/kota di Indonesia. Jumlahnya menembus 3,8 juta unit jauh melebihi populasi warga yang 3,1 juta jiwa.

Solaiman mengatakan, dalam persaingan bisnis perbankan, Surabaya pasar yang gurih. Di Jatim, Danamon membangun 36 kantor cabang. Namun, hampir separuh nasabah justru berada di Surabaya.

Lagi-lagi, ekonomi Surabaya dalam perspektif otomotif dan pembiayaan ternyata penting. Meskipun situasi ekonomi sedang dalam tantangan, menurut Solaiman, pameran otomotif diyakini tidak akan sepi peminat.

Head of Region SSD Jatim PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Irfan Budianto mengatakan, kuartal pertama tahun ini memang dihiasi tantangan ekonomi. Suku bunga dan daya beli masyarakat belum pulih dari pelbagai tekanan sejak tahun lalu.

Namun, menurut Irfan, untuk pasar otomotif terlihat masih terjaga. Kebutuhan masyarakat untuk belanja otomotif ternyata ada bahkan tinggi. Jika tidak, bagaimana mungkin ada pertumbuhan sampai 21 persen dalam kuartal pertama tahun ini.

Lagi-lagi IIMS Jakarta 2026 mencatatkan kenaikan 60 persen surat pemesanan kendaraan. ”Bagi kami, ini sinyal positif bahwa minat warga masih cukup kuat terhadap pasar otomotif,” kata Irfan.

Sebagian pembeli di IIMS Jakarta justru berasal dari luar terutama kaum kaya dari Bandung, Semarang, Surabaya dan luar Pulau Jawa. Kehadiran IIMS Surabaya diyakini memikat calon pembeli terutama dari Surabaya yang belum sempat ke Jakarta serta dari Jatim dan luar provinsi ini.

”Namun, kami tetap perlu melihat situasi dan perkembangannya secara prudent,” ujar Irfan. Maksudnya, menjaga momentum positif pasar otomotif dalam tekanan ekonomi dengan kolaborasi kuat dan ekosistem pendukung di antaranya pameran dan promosi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LPS Siapkan Sistem Data Real-Time untuk Awasi 1.594 Bank
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Fadli Zon Bicara Rencana Rehabilitasi Ratusan Cagar Budaya Terdampak Bencana
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bos SMBC: Perbankan Harus Siap Hadapi Potensi Kenaikan BI Rate
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Video: Bikin UMKM Jamu Naik Kelas, Pemenuhan Standar Jadi Tantangan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timwas Haji DPR Soroti Kendala Arbain-Welcome Meal Jemaah: Jangan Sampai Kacau
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.