HARIAN FAJAR, ENREKANG – Pemkab Enrekang tengah memperjuangkan nasib guru yang mengajar di daerah terpencil di Kabupaten Enrekang.
Bupati-Wakil Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang La Tinro berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan para guru di Enrekang.
Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Erik mendampingi Wakil Bupati Enrekang melakukan kunjungan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Enrekang membawa misi untuk mengusulkan tambahan tunjangan khusus bagi guru-guru yang mengajar di wilayah terpencil Enrekang.
“Rabu pekan lalu Pak Wabup sudah usulkan ke Pak Dirjen Kemendikdasmen. Kemarin kami masukkan pengajuan secara resmi,” ungkap Erik, Rabu (20/5).
Erik menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar soal tambahan tunjangan, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian para guru yang tetap hadir mendidik di daerah dengan akses dan kondisi yang tidak mudah.
“Karena pendidikan yang adil harus dimulai dari keberpihakan kepada mereka yang berjuang di garis terdepan,” tegasnya.
Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan para guru di wilayah terpencil mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah pusat.
“Guru-guru di daerah terpencil memiliki tantangan yang jauh lebih besar, mulai dari akses, fasilitas hingga kondisi geografis,” katanya.
“Karena itu, kami hadir memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka agar tetap semangat memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Enrekang,” tambah Andi Tenri Liwang La Tinro.
Iwan sapaannya menambahkan bahwa Pemkab Enrekang akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada tenaga pendidik sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah. (ams)





