‎Pentas Seni SMAN 3 Takalar Diprotes, Orang Tua Keluhkan Undangan Dinilai Tebang Pilih‎‎

harianfajar
21 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TAKALAR – Pelaksanaan kegiatan bertajuk pentas seni di SMA Negeri 3 Takalar menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa.

Kegiatan yang digelar pada Rabu, (20/05/2026), disebut hanya mengundang orang tua siswa yang dinyatakan lolos jalur eligible atau diterima di perguruan tinggi tanpa tes.

‎‎Kebijakan tersebut memicu kekecewaan sebagian wali murid. Mereka menilai sekolah semestinya memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh orang tua siswa karena seluruh siswa terlibat dalam kegiatan dan turut menanggung biaya pelaksanaan acara.‎

Salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa atas mekanisme undangan yang diterapkan panitia. Ia mempertanyakan alasan hanya sebagian wali murid yang diperbolehkan hadir dalam kegiatan sekolah tersebut.‎‎

“Padahal siswa telah membayar Rp150 ribu per orang. Tapi ada juga siswa yang tidak membayar, sementara yang diundang hanya orang tua siswa yang lulus eligible,” ujarnya kepada wartawan.‎‎

Kekecewaan serupa disebut turut disampaikan Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 3 Takalar, Gunawan. Dalam sambutannya sebagai tamu undangan, ia menyinggung adanya keluhan dari sejumlah orang tua siswa yang tidak memperoleh undangan menghadiri kegiatan tersebut.‎‎

Menurut sejumlah wali murid, ungkapan kekecewaan itu bahkan terdengar langsung di hadapan siswa dan orang tua yang hadir di lokasi acara.‎‎

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah siswa yang dinyatakan lulus pada tahun 2026 mencapai lebih dari 100 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 siswa dinyatakan lolos jalur eligible di perguruan tinggi negeri, sementara 21 siswa lainnya diterima di Poltekkes. Dengan demikian, total sementara siswa yang telah diterima melalui jalur tanpa tes mencapai 79 orang.

‎‎Sejumlah orang tua mempertanyakan dasar kebijakan panitia yang dinilai membatasi undangan hanya kepada orang tua siswa tertentu. Mereka juga menyoroti penggunaan istilah “pentas seni” yang dianggap sebagai bentuk penyesuaian di tengah pembatasan pelaksanaan acara perpisahan sekolah yang disertai pungutan.‎‎

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan telah mengatur pelaksanaan kegiatan sekolah agar tidak membebani orang tua siswa. Salah satu ketentuan yang umum diterapkan yakni larangan pungutan wajib atau iuran yang bersifat mengikat dalam kegiatan sekolah.‎‎

Informasi yang dihimpun menyebutkan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh OSIS dengan pendampingan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Keterbatasan anggaran disebut menjadi alasan sehingga undangan hanya diberikan kepada orang tua siswa yang lolos jalur eligible.‎‎

Di sisi lain, sejumlah pihak membandingkan pelaksanaan kegiatan serupa di SMA Negeri 6 Takalar yang disebut tetap mengundang seluruh orang tua siswa tanpa membedakan status kelulusan.‎‎

Sorotan juga datang dari orang tua siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai siswa berprestasi secara akademik di masing-masing kelas justru tidak mendapat ruang penghargaan dalam acara itu.‎‎

“Jadi siswa yang benar-benar pintar di kelasnya pasti kecewa. Guru wali kelas juga tidak ditanya mengenai penghargaan bagi siswa yang berprestasi secara akademik,” ujar salah seorang orang tua siswa.‎‎

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA Negeri 3 Takalar belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme undangan maupun penggunaan dana dalam kegiatan pentas seni tersebut. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wacana Layer Baru CHT Beri Ruang Kompromi untuk Rokok Ilegal
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
‎Pentas Seni SMAN 3 Takalar Diprotes, Orang Tua Keluhkan Undangan Dinilai Tebang Pilih‎‎
• 21 jam laluharianfajar
thumb
China dan AS Jajaki Perpanjangan Gencatan Perang Dagang usai Kunjungan Trump
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Lewat KUR Perumahan, BSI Dorong Masyarakat Miliki Hunian Pendukung Usaha
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Kantor Bupati Bulungan Kaltara Terbakar, Petugas Damkar Kena Pecahan Kaca
• 31 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.