Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak rendah diri maupun terlalu mengagumi negara-negara maju yang menurutnya membangun kekayaan melalui penguasaan dan perampasan sumber daya bangsa lain.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang pernah mengalami penjajahan, eksploitasi sumber daya alam, hingga penghinaan terhadap martabat bangsa.
Menurut dia, para pendiri bangsa memahami betul dampak imperialisme karena merasakan langsung penindasan selama masa kolonialisme.
“Mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignitas bangsa Indonesia,” katanya.
Baca Juga
- Prabowo Singgung Lagi Pasal 33 UUD 45: Kekayaan RI Jangan Diambil Asing!
- Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun jadi 6,5%, Pengangguran 4,87% pada 2027
Prabowo mengatakan kekayaan Nusantara selama ratusan tahun diambil oleh bangsa penjajah untuk memperkaya negara mereka sendiri. Dia mencontohkan Belanda yang menurutnya pernah menjadi negara dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama berabad-abad karena menguasai wilayah Nusantara.
“Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Karena mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat untuk membenci bangsa lain. Sebaliknya, dia mengajak seluruh elemen bangsa belajar dari sejarah agar Indonesia tidak kembali mengalami kelemahan yang membuat kekayaan nasional dikuasai pihak asing.
“Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapa. Bahkan saya mengajak kita belajar dari sejarah,” katanya.
Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan nasional. Menurut dia, para pendiri bangsa sejak awal telah menyadari bahwa kelemahan dan perpecahan elite di Nusantara akan membuka ruang bagi kekuatan asing untuk menguasai kekayaan Indonesia.
Karena itu, ia menilai fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya telah dirumuskan secara jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa,” ujar Prabowo.
Dia meyakini apabila amanat Pasal 33 UUD 1945 dijalankan secara konsisten, Indonesia akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjadi negara makmur dan berkeadilan.
“Saya ingin menegaskan hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik, dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh menjadi negara yang makmur dan adil,” tandas Prabowo.





