Kemiskinan Ekstrem di Pasuruan Turun, Mas Rusdi Optimalkan Pendataan dan Program Pemberdayaan

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan progres positif dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui serangkaian program perlindungan sosial yang terintegrasi.

Penurunan ini dinilai sebagai hasil nyata dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Validasi data menjadi kunci utama pemerintah dalam membersihkan daftar penerima manfaat dari warga yang secara ekonomi sudah dianggap mampu namun masih terdata sebagai warga prasejahtera. Langkah tegas ini diambil agar postur anggaran bantuan sosial dapat dialokasikan lebih efektif untuk mendongkrak ekonomi keluarga di level terbawah.

“Orang-orang yang pura-pura miskin itu dikeluarkan, jadi yang selama ini punya kendaraan pribadi namun mendapatkan bantuan kita tertibkan dengan pendataan ulang,” ujar Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo. Ia menegaskan bahwa perbaikan data desil secara masif otomatis akan memunculkan angka kemiskinan yang jauh lebih akurat dan objektif.

Selain fokus pada validasi data, pemerintah daerah juga meluncurkan inisiatif Sekolah Rakyat untuk menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini didesain secara khusus agar intervensi pemerintah tidak hanya berhenti pada pendidikan anak, tetapi juga menyentuh perbaikan infrastruktur tempat tinggal orang tua mereka.

“Banyak program masif yang dijalankan, seperti saat anaknya masuk Sekolah Rakyat, maka rumah orang tuanya juga akan kita perbaiki melalui program RTLH,” tambah Mas Rusdi. Sinergi antara pemenuhan hak pendidikan dan hunian layak ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah Pasuruan.

Di sisi lain, sektor pemberdayaan ekonomi lokal juga diperkuat melalui program MBG yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai relawan dapur. Model pemberdayaan ini terbukti efektif memberikan penghasilan tambahan bagi warga sekitar sehingga mereka memiliki daya beli yang lebih baik untuk mencukupi kebutuhan harian.

“Adanya relawan dapur dalam program gizi tersebut membantu masyarakat sekitar mempunyai pendapatan yang layak sehingga mengurangi kemiskinan ekstrem,” jelas Bupati. Dengan memiliki sumber pendapatan baru, para relawan yang sebelumnya berada di garis kemiskinan kini mulai merangkak naik menuju taraf hidup yang lebih mandiri.

Secara keseluruhan, tren penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan diharapkan terus berlanjut melalui sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Mas Rusdi optimis bahwa dengan pengelolaan data yang jujur dan program pemberdayaan yang kreatif, kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. (ada/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bek Asing Persib Jadi Pahlawan dalam Kemenangan PSM, Julio Cesar Akui Jadi Momen Terbaik 
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas Irak Resmi Umumkan Skuad untuk Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Frans Putros Dapat Panggilan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kawasan Kuliner Baru Jember Padukan Nuansa Eropa Klasik dan Nusantara
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Pelajar Jakarta Diajak Gemar Menabung
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Industri Otomotif Lesu, BAF Salurkan Pembiayaan Rp11,46 Triliun
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.