Jember, ERANASIONAL.COM – Bupati Jember Muhammad Fawait mematangkan konsep estetika dalam proyek penataan kawasan kuliner malam di pusat kota. Oleh karena itu, pemerintah daerah memadukan tema kebudayaan Nusantara dan keindahan arsitektur dunia untuk menarik minat para wisatawan.
Salah satu titik penataan yang menarik perhatian berada di area sekitar Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Jember. Selanjutnya, Gus Fawait memastikan kawasan tempat ibadah bersejarah tersebut akan mengusung gaya tata kota ala Eropa klasik yang anggun.
“Di depan gereja tidak ada PKL. Kami buat tempat duduk santai supaya tetap nyaman dan rapi,” ucap Gus Fawait, Selasa (19/5/2026) malam.
Bupati melarang penempatan lapak pedagang kaki lima di zona tersebut demi menjaga kesucian serta kenyamanan para jemaat gereja. Jadi, pihak arsitek kota menggantinya dengan deretan kursi santai dan gerobak dagangan yang menyesuaikan karakter bangunan sekitar.
“Nanti dari pertigaan sampai sana nuansanya Eropa Klasik. Gerobaknya juga menyesuaikan tema,” jelasnya mengenai pembagian zona keindahan.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa proyek penataan tata ruang kota ini masih membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup panjang. Alhasil, pemerintah daerah membuka ruang diskusi bagi publik untuk menyumbangkan nama terbaik bagi kawasan street food modern tersebut.
“Silakan kasih usulan nama yang menarik. Yang penting jangan marah kalau usulannya kalah,” pungkasnya seraya berseloroh.





