Prabowo Kaget Kemiskinan Naik, Padahal Ekonomi RI Tumbuh 35%

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya di rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengungkapkan keprihatinannya setelah mempelajari data ekonomi beberapa pekan usai dilantik menjadi kepala negara.

Menurut Prabowo, selama tujuh tahun terakhir Indonesia mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% per tahun. Secara akumulatif, dia mengatakan bahwa capaian tersebut berarti ekonomi nasional bertambah sekitar 35% selama 7 tahun.

Namun, di tengah peningkatan tersebut, angka masyarakat miskin justru disebut mengalami kenaikan, sementara kelompok kelas menengah mengalami penyusutan.

“Harusnya kita tambah kaya 35%. Tapi apa yang terjadi? Sekali lagi, saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan rakyat kita, ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah saya menerima data-data ini, beberapa minggu setelah saya jadi presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya,” ujar Prabowo.

Dia menyebut kondisi tersebut menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab secara rasional dan berbasis data. Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari kalangan parlemen, partai politik, organisasi masyarakat hingga akademisi, untuk mengkaji akar persoalan tersebut.

Baca Juga

  • Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa Kaya yang Merampas Kekayaan Bangsa Lain
  • Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun jadi 6,5%, Pengangguran 4,87% pada 2027
  • Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan dan SPBU Khusus dalam 3 Tahun

“7 tahun, kali 5%, 35% ekonomi kita tumbuh, tapi rakyat kita yang miskin tambah. Dari 46,1% naik jadi 49%. 3% naiknya, lebih. Yang kelas menengah turun saudara,” katanya.

Prabowo menilai ada persoalan mendasar dalam arah pembangunan ekonomi nasional yang selama ini dijalankan. Dia berpandangan pertumbuhan ekonomi seharusnya mampu memperluas kesejahteraan masyarakat, bukan justru memperbesar kelompok rentan.

“Jawaban harus ilmiah, matematis. Dan menurut saya jawabannya adalah kemungkinan besar, bukan kemungkinan, saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat,” tandas Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Alasan Ingin Sampaikan Langsung Kebijakan Ekonomi dan Arah Fiskal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Gim Gang Dagang, Cara Seru Bikin UMKM Jago Literasi Digital
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Makin Loyo ke 17.742 per Dolar AS Jelang Pidato Prabowo di DPR
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sita Uang dari Staf Ahli Menhub Era Budi Karya di Kasus DJKA
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.