JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyebut kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada rapat paripurna (Rapur) ke-19 DPR kali ini bukan hanya menjadi tradisi baru, melainkan ada makna yang tersirat di balik kehadirannya.
Said menyebut, Prabowo akan menyampaikan prihal masalah terkait kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal yang akan dipersiapkan untuk tahun anggaran 2027.
"Nampaknya ini presiden hadir langsung pidato di paripurna tentang kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal 2027. Tentu punya makna yang dalam," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
BACA JUGA:Turunkan Target Kemiskinan, Prabowo: Jarak Terkaya dan Termiskin Tak Boleh Semakin Lebar
Menurut Said, kehadiran Prabowo untuk menjawab keraguan pasar terhadap likuiditas dan stabilitas fiskal nasional. Ia menambahkan, jika fiskal 2016 terlihat baik dan dapat dilanjutkan di tahun 2027, ini langkah kebijakan yang patut diapresiasi.
"Yang pertama untuk menjawab keraguan pasar terhadap likuiditas fiskal, terhadap stabilitas fiskal, kemampuan fiskal kita, kesehatan fiskal kita, dan kontinuitas fiskal kita di APBN 2026," katanya.
Politisi PDI Perjuangan mengaku optimistis hadirnya Prabowo dengan berpidato di Paripurna DPR dapat menjawab keraguan semua pihak terkait ekonomi Indonesia.
"Barangkali keraguan itu akan dijawab dengan tuntas akan direspon oleh Bapak Presiden pada forum paripurna kali ini, itu yang pertama," ujarnya.
BACA JUGA:Anies dan Ganjar Kompak Sindir Kondisi IHSG hingga Dolar saat Pidato Prabowo Hari Ini: Ayo Bangkit!
Selain itu, kedatangan Prabowo di parlemen juga hendak menyampaikan soal perkembangan kondisi geo politik global yang tak kunjung stabil.
"Tentu Bapak Presiden juga akan menyampaikan bahwa apa yang kita alami saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan situasi global, ya," tutupnya.





