Soroti Lambatnya Birokrasi, Prabowo: Malaysia Bisa Izin Dua Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal lambatnya proses perizinan usaha di Indonesia.

Ia kemudian membandingkan birokrasi di dalam negeri dengan negara tetangga, Malaysia, yang dinilainya jauh lebih cepat dan efisien.

"Kalau Malaysia bisa izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo mendorong perbaikan institusi di dalam negeri guna menciptakan iklim usaha yang sehat, sekaligus melindungi para pelaku usaha dari praktik pungutan liar atau gangguan birokrasi.

Baca juga: Prabowo Bentuk BUMN Khusus Ekspor, Namanya PT Danantara Sumber Daya Indonesia

"Justru pemerintah harus perbaiki semua institusi kita supaya ada iklim usaha yang baik, jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu," ucapnya.

Mantan Menteri Pertahanan itu juga menyoroti banyaknya aturan turunan di tingkat bawah yang justru memperpanjang jalur birokrasi dan menghambat eksekusi kebijakan dari pusat.

Menurutnya, tumpang tindih regulasi ini sering kali menjadi celah bagi oknum tertentu.

"Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah," tegasnya.

Baca juga: Prabowo: Pilu Hati Saya, PDI-P Kritiknya Keras Banget

Ia pun meminta jajaran menterinya untuk menertibkan birokrasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Prabowo mengingatkan para menteri untuk waspada dan memperketat pengawasan terhadap jajaran birokrat di bawahnya.

"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia tuh pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap lima tahun, itu kalau tidak di-reshuffle, benar tidak? mereka itu lama," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analis Sebut Pemerintahan Prabowo Dihukum Pasar karena Tutupi Situasi Ekonomi dari Rakyat
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Gandeng Kampus Siapkan Talenta Energi Masa Depan Lewat PGTC 2026
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kedubes Palestina Kecam Penangkapan WNI oleh Israel
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Tuntut Kesejahteraan, Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
Ini Daftar Nominasi Penghargaan Super League 2025/26
• 4 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.