Personel band KOTAK, Tantri Syalindri, membuka sisi paling personal dalam perjalanan bermusiknya lewat debut solo bertajuk “Ibu Pekerja”. Lagu tersebut menjadi ruang curhat Tantri tentang perjuangan seorang ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan dirinya sendiri.
Selama ini dikenal sebagai sosok energik di atas panggung bersama bandnya, Tantri justru menghadirkan sisi yang lebih tenang, reflektif, dan emosional dalam proyek solo ini.
“Ibu Pekerja” lahir dari keresahan yang selama ini ia pendam sebagai seorang ibu. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Tantri mengaku sering dihantui rasa bersalah ketika harus meninggalkan anak demi pekerjaan.
“Mau sampai kapan nyanyi? Kasihan anak-anaknya,” tulis Tantri, mengutip komentar yang sering ia dengar.
Kalimat tersebut, menurut Tantri, terasa menyesakkan bagi seorang ibu yang sedang berusaha menjalani perannya sebaik mungkin.
Pelantun lagu “Pelan-Pelan Saja” itu juga bercerita tentang rasa kehilangan momen tumbuh kembang anak-anaknya, Karanada Medina Danarda dan Arkhairan Cadenza Tanarda, karena kesibukan pekerjaan.
“Banyak momen berharga yang terlewati tanpa bisa hadir secara utuh. Banyak malam yang diisi dengan pertanyaan, ‘Apakah aku sudah cukup menjadi ibu untuk mereka?’” tulisnya.
Tantri mengaku kondisi paling berat adalah saat anak-anaknya sakit, sementara dirinya tetap harus bekerja dan membagi waktu.
Lewat lagu “Ibu Pekerja”, Tantri ingin menyuarakan perasaan banyak perempuan yang mengalami dilema serupa. Ia merasa tidak sendirian setelah mengetahui banyak ibu pekerja lain memiliki keresahan yang sama.
“Dari sanalah kami saling dikuatkan lewat lagu Ibu Pekerja,” ujarnya.
Lagu tersebut ditulis bersama sang suami, Hatna Danarda atau Arda, dan disebut menjadi bentuk pelukan kecil untuk para ibu pekerja yang selama ini kesulitan mengungkapkan perasaan mereka.
Secara musikal, “Ibu Pekerja” hadir dengan nuansa yang lebih personal dan intim. Tantri juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencoba menghadirkan sosok ibu yang sempurna dalam lagu ini.
Sebaliknya, ia ingin merayakan ketidaksempurnaan dan perjuangan para perempuan yang tetap berusaha kuat menjalani banyak peran sekaligus.
“Nak, Bunda melakukan ini karena keadaan, karena tanggung jawab, dan karena cinta untuk masa depan kalian,” tulis Tantri.
Melalui lagu tersebut, Tantri berharap para ibu pekerja bisa merasa lebih ditemani dan tidak lagi memendam rasa bersalah sendirian.
“Untuk semua Ibu Pekerja, kalian adalah Super Women untuk keluarga. Terus semangat, ya,” tutup Tantri.





