JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta prakiraan terbaru sebaran awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 21 hingga 27 Mei 2026.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca numerik, otoritas penerbangan dan pelayaran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya tiga titik utama yang masuk dalam zona risiko cuaca ekstrem.
Awan Cumulonimbus merupakan salah satu jenis awan yang paling diwaspadai dalam dunia transportasi.
Baca Juga: Prakiraan BMKG Potensi Awan Cumulonimbus 20-26 Mei 2026, Ini Wilayah dengan Risiko Tinggi
Karakteristiknya yang padat dan berenergi tinggi berpotensi besar memicu cuaca buruk mendadak, mulai dari hujan lebat, badai petir, hingga ancaman turbulensi kuat yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan pesawat udara serta pelayaran kapal laut.
Dalam pembaruan data kategori Frequent (FRQ), BMKG memetakan tiga wilayah perairan strategis yang memiliki persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus sangat padat, yaitu di atas 75 persen dari total luas area.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Jalur Selat Utama: Selat Malaka bagian utara.
- Jalur Laut: Laut Maluku.
- Wilayah Samudra: Samudra Pasifik utara Papua.
Ketiga jalur ini merupakan koridor transportasi yang sangat padat, baik untuk pergerakan logistik laut maupun rute penerbangan domestik dan internasional.
Kepadatan sel awan yang tinggi di Selat Malaka Utara, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua berisiko memicu gangguan jarak pandang serta guncangan turbulensi hebat pada pesawat.
Baca Juga: BMKG: Sirkulasi Siklonik Intai Indonesia, 3 Wilayah Diminta Siaga Hujan Sangat Lebat Rabu 20 Mei
Sebaran Potensi Menengah Menyelimuti Sebagian Besar NusantaraPenulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca Mei 2026
- Selat Malaka
- Laut Maluku
- keselamatan penerbangan





