Prabowo: Sekarang Ada Teknologi Radar, Bisa Buat Cari Bunker Harta Koruptor

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menuturkan, saat ini ada teknologi radar yang bisa mencari bunker-bunker tempat penyimpanan harta para koruptor.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam Rapat Paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026 DPR RI.

Mulanya, Prabowo mengingatkan kepala daerah untuk bekerja dengan baik dan tidak korupsi.

"Untuk itu saya mengimbau pemimpin-pemimpin pemerintah daerah, tiap tingkatan juga untuk bantu kita semua, mari sama sama kita bersihkan aparat semuanya, jangan kira sekarang engkau jadi bupati, engkau jadi gubernur, kita tidak bisa monitor dari sini," ujar Prabowo.

Dengan teknologi yang dimiliki pemerintah pusat, kata Prabowo, bisa mudah mendeteksi apabila ada kepala daerah yang korupsi. Ia mengatakan, teknologi yang dimiliki itu bahkan bisa mendeteksi apabila ada koruptor yang menyimpan hasil kejahatannya di bunker.

"Sekarang teknologi sudah hebat cepet kita tahu, kalau ada penyimpangan. Saya sedih kalau ada pejabat masih coba korupsi, cepat ketahuan. Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah, jadi saudara yang punya bunker-bunker disembunyikan nanti kita ketemu juga kekayaan mu," ucap dia.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak korupsi dan mencuri uang rakyat. Sebab, pemerintah memiliki radar yang bisa mendeteksi berbagai hal.

"Saya akan gunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah, radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari, kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau," kata dia.

"Jangan main-main sama teknologi, mereka yang punya kebun kebun luas dikira nggak akan ada yang bisa ngecek, saudara sekarang ada satelit nggak usah pakai cek fisik kita bisa foto, tiap pohon kita bisa foto, jadi kau mau nipu gimana pun kita akan ketemu penipuan kau saudara saudara," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Belum Tahan Ismail Adham dan Asrul Azis Taba pada Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, Ini Penjelasannya
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Volvo Luncurkan EX90, Sasar Pasar Mobil Listrik Mewah, Dihargai Rp2,55 Miliar
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Surya Paloh Optimis Nilai Tukar Rupiah Menguat Usai Paparan Ekonomi Prabowo
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jikalahari Apresiasi Penetapan Tersangka Musim Mas, Dorong Polda Riau Usut Tuntas
• 5 jam laludetik.com
thumb
Jika Kembali Diserang, Iran Siapkan Zona Baru Perang
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.