KOMPAS.com - Gojek dan Grab mulai menghentikan skema langganan layanan GoRide Hemat dan GribBike Hemat untuk mitra pengemudi ojek online (ojol).
Kebijakan ini disambut positif oleh sejumlah driver yang selama ini menganggap program tersebut justru membebani mereka di lapangan.
Dalam skema tersebut, pengemudi harus membayar biaya langganan agar mendapat prioritas order layanan hemat. Namun, sejumlah driver mengeluhkan biaya tambahan itu tidak selalu sebanding dengan jumlah order yang diterima.
Selain itu, sistem prioritas order juga dinilai memicu kecemburuan antardriver karena hanya mitra tertentu yang mendapat akses lebih besar terhadap pesanan.
Lantas, apa dampaknya penghapusan layanan GoRide Hemat dan GribBike Hemat untuk driver ini ke pengguna?
Baca juga: Ojol Gembira Grab dan Gojek Hapus Program Hemat: Mudah-mudahan Penghasilan Bisa Naik
Dampak Penghapusan Layanan Hemat ke PenggunaDirektur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo, mengatakan layanan GoRide Hemat nantinya akan mengikuti kebijakan pemangkasan potongan pendapatan aplikator menjadi delapan persen sesuai Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Menurut Hans, dampak kebijakan tersebut akan terasa pada penyesuaian harga layanan GoRide Hemat untuk konsumen.
“Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan GoRide Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujar Hans dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ia memastikan layanan GoRide reguler tidak mengalami kenaikan tarif. Hans juga menyebut layanan reguler hingga kini masih lebih banyak digunakan pelanggan dibandingkan GoRide Hemat.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan layanan GrabBike Hemat tetap tersedia untuk konsumen meski program langganan untuk mitra pengemudi dihentikan.
Namun, pengguna tetap akan menghadapi penyesuaian biaya perjalanan.
“Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” kata Neneng dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Neneng memastikan tidak ada kenaikan tarif untuk layanan GrabBike Standard.
Baca juga: GoRide Hemat Bakal Dihapus, Ojol: Yang Penting Orderan Stabil
Driver Dukung Penghapusan Program HematKeputusan penghentian skema langganan GoRide Hemat disambut positif oleh sejumlah mitra pengemudi Gojek.
Salah satu driver, Hendra Susilo (35), menilai program tersebut justru membebani pengemudi karena biaya langganan tidak selalu sebanding dengan order yang diterima.





