Bisnis.com, PALEMBANG — Program 100.000 Sultan Muda yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mulai diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan digital di daerah.
Salah satu fokusnya yakni memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi generasi muda agar mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan Sultan Muda Goes to Kabupaten Lahat yang digelar di Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat, Selasa (13/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lahat, OJK Provinsi Sumatra Selatan, dan Bank Sumsel Babel Cabang Lahat.
Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Lahat Didit Hardiyanto mengatakan generasi muda memiliki peran strategis sebagai penggerak baru ekonomi daerah, terutama di tengah percepatan transformasi digital.
“Kami melihat anak muda sebagai game changer dalam pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Bank Sumsel Babel hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi sebagai mitra strategis yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diisi seminar kewirausahaan, edukasi pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan UMKM berbasis digital. Bank Sumsel juga memberikan pemahaman kepada para peserta terkait akses pembiayaan kredit UMKM dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar usaha lokal.
Baca Juga
- Dukung Pemerintah, Bank Sumsel Babel Berikan Bantuan Perbaikan RTLH
- Permudah Layanan, Bank Sumsel Babel-Taspen Perluas Kerja Sama Pembayaran
- Kredit Serbaguna Kian Diminati, Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Pembiayaan
Selain itu, Bank Sumsel Babel turut menghadirkan sejumlah UMKM binaan unggulan Cabang Lahat seperti Keripik Keraton, Nono Nyemil, Kagumai Kopi, Mama Bakery, dan Kedai Cece.
“Kehadiran mereka (UMKM binaan) menjadi bukti konkret bahwa pelaku usaha lokal mampu berkembang dan naik kelas dengan dukungan yang tepat,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat Izromaita menilai penguatan kapasitas kewirausahaan anak muda menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan dan motivasi, tetapi juga bekal praktis untuk mengembangkan usaha serta memanfaatkan peluang besar di era ekonomi digital yang terus berkembang pesat.
Sementara itu, PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel Marzuki mengatakan penguatan kewirausahaan generasi muda menjadi salah satu langkah menjaga keberlanjutan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi digital.
“Melalui dukungan akses pembiayaan, edukasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” katanya.
Perseroan menegaskan untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan muda melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, OJK, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Bank Sumsel berkomitmen untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan serta mempercepat pertumbuhan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah,” ujarnya.





