REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Presiden menilai kebijakan suku bunga yang lebih terjangkau bagi masyarakat kecil penting untuk memperkuat akses pembiayaan dan mendorong pemerataan ekonomi.
“Orang miskin disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar. Saya perintahkan bank-bank pemerintah, ubah. Turunkan bunga untuk rakyat miskin,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025—2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga
Presiden Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun
Rupiah Menguat Usai Pidato Presiden dan Keputusan Suku Bunga BI
Presiden Minta Pimpinan Bea Cukai, Begini Respons Purbaya
Ia menegaskan bank-bank milik negara diharapkan dapat memperkuat peran sosialnya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurut Prabowo, pelaku usaha besar yang memiliki akses modal lebih luas pada dasarnya memiliki lebih banyak pilihan sumber pembiayaan, termasuk dari pasar global maupun lembaga keuangan komersial.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pernyataan tersebut, lanjut dia, sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Pancasila yang menempatkan negara hadir untuk menjaga pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Selain melakukan intervensi kebijakan moneter, Pemerintah RI pada hari yang sama juga menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam untuk memperkuat penerimaan fiskal dan menjaga ketahanan devisa negara.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal pemerintah sehingga ruang pembiayaan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat semakin terjaga.