JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan jajaran menteri untuk menertibkan para birokrat di bawahnya.
Pengalaman puluhan tahun bekerja di pemerintahan membuat sejumlah oknum birokrat menyalahgunakan wewenang mereka untuk melakukan tindakan korupsi.
Prabowo mengaku tahu akal-akalan birokrat.
Ketika presiden memberi perintah, kadang perintah tersebut masih bisa diakali. Entah itu melalui peraturan menteri, peraturan teknis, atau sekadar rekomendasi.
BACA JUGA:Pidato Prabowo Belum Dongkrak IHSG Hari Ini, Masih Melemah 6.330 saat Penutupan
“Akal-akalnya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri, tertibkan birokrasimu ke bawah,” kata Prabowo dalam pidato pada Rapat Paripurna ke-19 DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Presiden juga mengingatkan para menteri jika birokrat itu sudah memiliki banyak pengalaman karena lama di pemerintahan.
Sedangkan jabatan menteri paling lama lima tahun, itu pun kalau di tengah jalan tidak terkena reshuffle.
BACA JUGA:Prabowo Soal Gaji Guru Kecil Gegara Kekayaan Indonesia Lari ke Luar Negeri, Apa Solusinya?
Salah satu contoh akal-akal yang kerap dipakai birokrat nakal adalah meminta tanda tangan pimpinan saat sore hari, saat menteri sudah lelah.
“Nah, ciri khas birokrat, dia akan minta tanda tangan pada waktu pukul 17:30 WIB. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan tidak ada negara maju yang tidak unggul dalam memberikan pelayanan publik.
Tidak ada negara yang maju kalau pemerintah atau birokrasinya lemah.
BACA JUGA:Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai yang Tak Mampu
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,” tegas Prabowo.
- 1
- 2
- »





