FAJAR, TEHERAN—Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat gagal membuka kembali Selat Hormuz, meskipun apa yang digambarkan sebagai “trik” berulang terus dilakukan.
Sumber militer Iran juga mengatakan bahwa Teheran memiliki senjata canggih yang belum digunakan dalam perang ini.
Menurut pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, wakil politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan selat tersebut telah ditutup atas perintah Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri dan mengklaim bahwa Washington telah gagal membalikkan situasi.
“Amerika, meskipun ada seribu trik dan tindakan penipuan, tidak dapat membukanya kembali,” katanya dikutip dari Anadolu.
Ia menambahkan bahwa seluruh angkatan bersenjata Iran tetap “siap menembak” dan siap untuk menanggapi serangan apa pun di masa mendatang.
Secara terpisah, sebuah sumber militer Iran mengatakan negara itu telah mengembangkan senjata canggih yang belum digunakan dalam perang.
Dalam pernyataannya kepada kantor berita negara Rusia RIA Novosti, sumber tersebut mengatakan Iran tidak kekurangan kemampuan militer atau pertahanan dan memperingatkan bahwa mereka tidak akan menahan diri dalam konfrontasi di masa depan.
Sebelumnya pada hari Rabu, Otoritas Selat Teluk Persia Iran mengumumkan zona pengawasan baru di Selat Hormuz yang mengharuskan kapal-kapal yang melintasi area yang ditentukan untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Otoritas tersebut mengatakan langkah tersebut mencakup rute maritim antara Iran dan Uni Emirat Arab di pintu masuk timur dan barat ke jalur air strategis tersebut.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.
Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut. (amr)





