Grid.ID - Susan Sameh mengaku sempat mengalami masa sulit usai melahirkan anak pertamanya. Ia mengatakan dirinya mengalami baby blues pada masa awal setelah proses persalinan.
Susan mengungkapkan kondisi tersebut tidak mudah untuk dijalani. Perubahan fisik dan emosional membuat dirinya harus menghadapi banyak tantangan sebagai ibu baru.
Menurut Susan, kondisi tersebut dirasakannya selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Pada masa itu, ia mengaku kerap mengalami kesedihan yang datang hampir setiap hari.
“Aku baby blues kayaknya 3 bulan pertama. Hampir setiap hari aku nangis, terus setiap hari kesakitan," ujarnya dikutip dari Pagi Pagi Ambyar pada Rabu (20/5/2026).
Tak hanya menghadapi perubahan emosi, Susan juga mengalami masalah saat proses menyusui. Ia mengaku kondisi tersebut menambah rasa tidak nyaman yang dirasakannya setiap hari.
“Karena kan hampir setiap hari aku sumbatan, jadi harus dipijat yang benar-benar dikeluarin semua (Asinya),“ katanya.
Wanita berusia 29 tahun itu mengungkapkan ada beberapa momen yang membuat dirinya merasa sangat tertekan. Bahkan, ia merasa kesulitan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada orang lain.
"Udah gitu ada dua momen yang kayak bener-bener stres banget. Aku enggak bisa ngomong sama orang, sama siapapun even sama suami aku,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat Susan semakin merasa kelelahan secara emosional. Ia bahkan sempat berada di titik di mana dirinya merasa sangat tidak kuat menjalani keadaan tersebut.
“Jadi aku cuman diam, ngelamun, nangis. Udah nggak kuat, pengen pasrah aja sampai dititik ‘ya Allah kalau emang aku kenapa-kenapa Allah udah menjanjikan satu tetes air susu itu di surga‘ gitu," tuturnya.
Selain mengalami baby blues, wanita kelahiran Bandung ini juga menghadapi masalah kesehatan lain selama masa menyusui. Kondisi tersebut membuat proses pemulihannya menjadi semakin berat.
“Karena aku udah parah, udah mastitis 2 kali, udah gitu berdarah dan lecet luka segala macam,“ ucapnya.
Di tengah situasi tersebut, Susan merasa mendapat dukungan penuh dari sang suami. Baginya, kehadiran dan perhatian suami menjadi salah satu hal yang sangat berarti saat menghadapi masa sulit itu.
“Suami aku udah kayak ‘yang penting kamunya dulu, yuk kita mau ke rumah sakit stopin asinya, enggak apa-apa‘ gitu. Suami aku supportnya full sih,” tutupnya. (*)
Artikel Asli



