tvOnenews.com - Insiden mengerikan melibatkan Johann Zarco saat restart pertama MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan kemarin.
Johann Zarco mengalami crash yang terjadi di tikungan awal yang sempit Sirkuit Barcelona.
Luca Marini dan Francesco Bagnaia menjadi pembalap pertama yang tiba di lokasi untuk membantu Zarco usai kecelakaan.
- Facebook/Honda Racing Corporation
Zarco menabrak bagian belakang motor Bagnaia. Kakinya sempat terjepit roda belakang sebelum akhirnya terlempar ke area jebakan kerikil.
Pembalap LCR Honda itu didiagnosis mengalami cedera ligamen lutut dan robekan kecil pada tulang fibula.
Ia meninggalkan rumah sakit pada Senin sore dan kembali ke Prancis untuk berkonsultasi dengan spesialis lutut.
Marini mengaku kejadian tersebut langsung membawanya mengingat kecelakaan uji coba di Suzuka tahun lalu yang hampir mengakhiri kariernya.
“Pertama-tama, penting untuk mengatakan bahwa saya berharap yang terbaik, pemulihan yang cepat dan terutama kembali dalam kondisi 100%, untuk Alex dan Johann,” kata Marini.
“Saya melihat dengan jelas insiden dengan Johann. Itu adalah momen yang cukup sulit. Itu juga terlintas dalam pikiran saya, mengingatkan saya pada insiden saya di Suzuka," lanjutnya.
“Namun untungnya bagi dia, ambulans tiba dengan cukup cepat, begitu juga para dokter. Jadi saya berharap rasa sakitnya tidak berlangsung lama, setidaknya. Dan saya berharap dia bisa segera kembali.” tambah Marini.
Setelah insiden, Marini harus kembali fokus menjalani start ulang balapan terakhir dengan motor cadangan.
“Sayangnya, di motor kedua, kopling saya masih baru dan startnya sangat buruk. Saya kehilangan banyak posisi,” kata Marini.
Ia finis kedelapan, lalu naik ke posisi keenam akibat penalti pasca balapan yang dijatuhkan kepada beberapa pembalap.
“Tapi saya puas dengan pekerjaan yang kami lakukan selama akhir pekan. Saya memulai dengan sangat buruk pada hari Jumat dan Sabtu, kemudian motornya meningkat pesat dan hari ini saya benar-benar berkendara dengan baik.
Marini juga memberi apresiasi kepada rekan setimnya, Joan Mir, yang sempat finis kedua sebelum terkena penalti tekanan ban rendah.
(akg)




