Jakarta: Banyak orang berpikir memiliki gaji besar akan memiliki tabungan lebih banyak. Padahal yang lebih sering dialami ialah pengeluaran yang juga ikut meningkat, itulah yang disebut gaya hidup inflasi atau lifestyle inflation.
Agar tidak terjebak oleh gaya hidup inflasi, perlu menjadi bahasan penting yang lebih mendalam. Simak pembahasannya berikut.
Apa itu gaya hidup inflasi?
Mengutip dari laman Binus University Bekasi, gaya hidup inflasi merupakan gaya hidup pengeluaran uang yang meningkat seiring pertumbuhan pendapatan. Hal ini menyebabkan pada tabungan pribadi tidak pernah naik atau stagnan.
Ketika gaji yang diterima bertambah, kerap kali keinginan membeli barang mewah muncul, standar kehidupan meningkat tanpa memikirkan jangka panjang finansial. Sehingga, seberapa banyak pemasukan yang bertambah, pasti selalu merasa kekurangan atau tidak cukup, sebab membeli barang yang seolah dibutuhkan.
Contoh gaya hidup inflasi
Adapun beberapa yang harus Anda perhatikan contoh nyata gaya hidup inflasi, seperti:
- Makanan: Saat gaji senilai Rp5 juta biasanya makan di tempat makanan sederhana, namun ketika gaji naik Rp10 juta tempat makan pun ikut pindah ke restoran yang lebih mahal.
- Moda transportasi: Awalnya menggunakan transportasi umum, tetapi saat naik gaji langsung memesan cicilan kendaraan pribadi tanpa mempertimbangkan tarif bensin, perawatan, dan pajak.
- Gawai: Selalu ingin memakai gawai keluaran terbaru, karena merasa gajinya sudah mengalami peningkatan.
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Faktor gaya hidup inflasi
Umumnya individu membeli barang dengan landasan self-reward atau menikmati hasil jerih payah kerja. Ia akan merasa layak mendapatkan barang baru demi meningkatkan standar hidup.
Selain itu, lingkungan juga berperan penting dalam mendorong gaya hidup yang meningkat, disebut Fear of Missing Out (FOMO). Melihat teman kantor menggunakan barang baru, rasa keinginan memiliki juga turut muncul tanpa mempertimbangkan tabungan.
Perencanaan pengeluaran yang tidak jelas atau bahkan tidak ada juga ikut andil dalam gaya hidup inflasi ini. Tanpa rencanakan keuangan pribadi, sama saja merencanakan kegagalan finansial diri.
Solusi gaya hidup inflasi
Terdapat beberapa tips yang bisa Anda gunakan agar terhindar dari gaya hidup inflasi yang dapat merugikan sendiri, di antaranya:
- Menentukan batas pengeluaran dalam satu bulan penuh.
- Delay gratification.
- Strategi keuangan dari gaji sebulan, yaitu 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen keinginan, dan 20 persen bisa ditabung.
- Tabungan atau investasi langsung dialokasikan saat gaji cair.
- Meningkatkan aset daripada konsumtif.
Apabila menerima gaji yang bertambah, seharusnya tabungan juga turut meningkat, bukan justru menetap atau bahkan berkurang. Ketika Anda sudah memahami gaya hidup inflasi itu buruk, maka demikian juga sudah paham mengelola keuangan secara bijak dan jangka panjang finansial sangat penting. (Adrian Bachtiar)




