Grid.ID - Andi Angga Prasadewa merupakan salah satu relawan kemanusiaan yang ditangkap oleh militer Israel pada Senin (18/5/2026). Terungkap ayah Andi Angga sempat beri pesan khusus sebelum anaknya ditahan Israel.
Andi Angga Prasadewa diketahui merupakan relawan kemanusiaan dari lembaga Rumah Zakat yang dilaporkan telah ditangkap dan ditahan oleh militer Israel. Ia ditangkap bersama dengan 8 orang WNI lainnya saat berlayar dalam misi bantuan kemanusiaan laut menuju Jalur Gaza, Palestina.
Andi Angga tergabung dalam misi pelayaran internasional Global Sumud Flotilla untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kapal Josef yang ia tumpangi diadang dan diambil alih oleh militer Israel sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Andi Angga merupakan aktivis kemanusiaan senior yang berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan. Mengetahui putranya diculik oleh Israel, rupanya ayah Andi Angga sempat beri pesan khusus pada putranya.
Melansir Tribunnewsbogor.com, suasana haru dan sedih menyelimuti rumah keluarga Andi Angga Prasadewa (33) di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (19/5/2026) malam. Andi Angga, relawan kemanusiaan asal Luwu, dikabarkan menjadi salah satu relawan yang ditahan pasukan Israel saat kapal Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Mediterania Timur.
Keluarga yang berada di kampung halaman masih menunggu kabar pasti terkait kondisi Andi Angga. Sang ayah, Andi Hamzah (54), mengaku mengetahui kabar penahanan putranya saat hendak menunaikan shalat maghrib.
“Jadi saya tahu sejak Senin (18/5/2026) sore, saya mau shalat maghrib, pas mau pergi berwudhu tiba-tiba ada telepon dari anak saya yang kedua menanyakan apakah saya sudah tahu kalau Angga juga ada di Gaza,” kata Andi Hamzah.
Telepon tersebut berasal dari Aliya Izaura (32), adik Andi Angga yang tinggal di Kecamatan Belopa. Menurut Andi, putranya memang telah lama aktif mengikuti berbagai kegiatan kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Bahkan, Andi Angga disebut sudah meminta izin kepada keluarga sejak tahun lalu untuk mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Dia memang suka kegiatan seperti itu. Bukan hanya ke Gaza, sebelumnya juga ikut aksi kemanusiaan di Aceh dan beberapa daerah lainnya,” ucapnya.
Andi Hamzah mengatakan, keluarga selalu mendukung aktivitas kemanusiaan yang dilakukan putranya karena dianggap sebagai bentuk ibadah dan perjuangan kemanusiaan.
Baca Juga: Detik-detik Mencekam 4 Jurnalis Indonesia Diculik Israel, Video SOS Jadi Kontak Terakhir
“Kalau dukungan, siapa orang tua yang tidak mendukung untuk kebaikan. Itu urusan dirinya dengan Allah,” ujarnya.
Komunikasi terakhir antara ayah dan anak itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam. Saat itu, Andi Angga masih sempat berkomunikasi melalui pesan WhatsApp sebelum kabar penahanan muncul.
Pesan agar tetap kuat jalankan misi kemanusiaan Dalam percakapan tersebut, Andi Hamzah memberikan pesan agar putranya tetap kuat menjalankan misi kemanusiaan. Pun ayah Andi Angga sempat beri pesan khusus untuk putranya.
“Saya sempat WhatsApp bahwa perkara ini adalah perkara mulia, jadi jangan kamu takut. Jangan ada rasa takut nak, Allah bersamamu, demi misi kemanusiaan saya bangga denganmu,” tutur Andi Hamzah dengan mata berkaca-kaca.
Namun setelah pesan itu dikirim, komunikasi dengan Andi Angga terputus. Keluarga juga mengaku sejumlah video aktivitas Andi Angga sudah tidak bisa lagi diakses dari telepon seluler.
Meski diliputi rasa sedih, keluarga tetap berusaha tegar dan menyerahkan keselamatan Andi Angga kepada Allah.
“Perasaan saya sedih, tapi juga bangga karena dia berjalan di jalan kemanusiaan,” imbuhnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu informasi resmi terkait kondisi Andi Angga dan berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan seluruh relawan kemanusiaan yang ditahan. Keluarga juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan para relawan yang masih berada dalam penahanan.
Dikutip dari Antaranews, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.
“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela merespons secara tertulis di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kemlu RI bersama perwakilan RI di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan seluruh 9 WNI tersebut dalam keadaan aman dan terlindungi. Adapun di antara 9 WNI yang diculik Israel tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. (*)
Artikel Asli




