Pembentukan 750 Yon TP, Gubernur Lemhannas: Sudah Dirancang Kementerian Pertahanan

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang akan membentuk 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di semua kabupaten/kota Indonesia. Bahkan pada 2026, Yon TP diperkirakan sudah berdiri di semua kabupaten/kota Pulau Jawa.

Menurut dia, pembentukan Yon TP merupakan amanah dari Presiden RI demi memperkuat program ketahanan pangan. Selain itu, hadirnya Yon TP di berbagai wilayah juga untuk mendukung terciptakan keamanan di masyarakat.

Baca Juga
  • KPK Serahkan Dua Apartemen ke Lemhannas Hasil Sitaan Bupati Ponorogo
  • TNI Telah Bangun 150 Yonif TP, Targetkan 514 Batalyon di Seluruh Kabupaten
  • Menhan: Pembentukan 750 Batalyon Tekan Kriminalitas dan Putar Roda Ekonomi

"Batalyon Teritorial Pembanugunan, saya kira konsep tersebut sudah dirancang dan direncakan oleh Kementerian Pertahanan RI dan saya kira yang sekarang diperkuat atau diperbanyak di seluruh kabupaten/kota di Jawa itu merupakan sebuah kebijakan yang sangat strategis yang dilakukan memang oleh Kementerian Pertahanan," kata Ace usai peringatan HUT Ke-71 Lemhannas, Jakarta Utara, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Ace juga memahami mengapa Kemenhan mendahulukan pembentukan Yon TP di Pulau Jawa. "Dan mengapa Jawa begitu diprioritaskan? Karena Jawa dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan juga potensi yang bisa menimbulkan instabilitas keamanan juga membuat memang YTP ini memang harus (didirikan)," ucapnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meski begitu, menurut Ace, keberadaan Yon TP sebenarnya berfungsi bukan semata untuk bertempur, melainkan mendukung program pemerintah untuk mandiri di bidang swasembada pangan. Karena itu, prajurit Yon TP selain mendapatkan ilmu kemiliteran, juga diajarkan untuk bertani, beternak, dan bercocok tanam.

"Ini (untuk) memastikan berbagai program-program prioritas lain, seperti misalnya ketahanan pangan itu bisa dipastikan juga ada kemitraan dengan Batalyon Teritorial Pembangunan tersebut. Karena itu, tentu akselerasi dari upaya untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara itu kan juga sesungguhnya bagian dari Astacita Bapak Presiden Prabowo," kata Ace.

Atas dasar itu, ia mendorong, kehadiran Yon TP bisa mempercepat janji Presiden Prabowo dalam mewujudkan Astacita, yang salah satunya berupa kemandirian bangsa. Dia berharap, hadirnya Yon TP bisa mempercepat mewujudkan beberapa janji strategis RI 1 demi kesejahteraan masyarakat.

"Jadi saya kira dengan mempercepat pembentukan BTP (Batalyon Teritorial Pembangunan) ini kita harapkan tentu akan semakin mempercepat capaian-capaian dari Astacita, terutama dalam konteks ketahanan pangan dan juga untuk keamanan agar kita bisa betul-betul bisa diwujudkan," jelas Ace.

Sebelumnya, Pertahanan (Menhan) RI menarget pembangunan 750 Yon TP di seluruh Indonesia hingga 2029. Jika dirata-rata, setiap tahunnya, Kemenhan membangun 150 Yon TP di setiap kabupaten/kota.

Dengan capaian itu, menurut Sjafrie, dipastikan pada 2026, Yon TP sudah berdiri di semua kabupaten/kota Pulau Jawa. "Insya Allah di tahun 2026, seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan," katanya dalam hearing dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngetik di Docs Nantinya Bisa Cuma Pakai Suara
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Laba Indonesia Eximbank Tumbuh 81% per Triwulan I/2026
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Rupiah Tembus Rp17.600, Ekonom Dorong Penguatan Tata Kelola Fiskal
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Respons Putusan MK Soal Kerugian Negara, KPK: Kalau di BPK Semua, Tidak Akan Terlayani
• 39 menit lalukompas.com
thumb
Implementasi ESG, ITDC Dorong Sanitasi Berkelanjutan di SDN 2 Kuta
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.