Dosen PNUP Ikuti Pelatihan Internasional Modern Manufacturing Technology di China

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Politeknik Negeri Ujung Pandang kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Salah satu dosen Jurusan Teknik Mesin PNUP, Dr. Eng. Baso Nasrullah, mendapat kesempatan mengikuti pelatihan luar negeri bertajuk Modern Manufacturing Technology Training Program yang diselenggarakan oleh Lanzhou Vocational Technical College pada 18–28 Mei 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama dalam wadah China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) yang bertujuan memperkuat pertukaran pendidikan vokasi, pengembangan teknologi manufaktur modern, serta kolaborasi industri dan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Dalam surat undangan resmi dari Lanzhou Vocational Technical College, nama Dr. Eng. Baso Nasrullah tercantum sebagai salah satu delegasi dosen Indonesia yang berasal dari berbagai politeknik dan universitas ternama di Tanah Air.

Pelatihan ini difokuskan pada pengembangan keterampilan di bidang manufaktur modern, khususnya teknologi CNC machining, intelligent manufacturing, keselamatan kerja di workshop, serta tren perkembangan industri manufaktur global. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya dan pengenalan sistem pendidikan vokasi di Tiongkok.

Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan praktik, seperti pemrograman CNC lathe, machining komponen bertingkat, pemesinan fitur ulir dan groove, hingga pengenalan perkembangan teknologi manufaktur cerdas (intelligent manufacturing).

Dr. Eng. Baso Nasrullah mengatakan kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan internasional sekaligus memperkuat jejaring kerja sama pendidikan vokasi.

“Pelatihan ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi dosen di bidang modern manufacturing technology, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara PNUP dengan institusi pendidikan vokasi di China maupun politeknik lain di Indonesia yang terlibat dalam program ini,” ujarnya.

Keterlibatan PNUP dalam program internasional ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknik manufaktur dan teknologi industri modern. Selain peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kegiatan tersebut juga berpotensi membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum berbasis industri, riset kolaboratif, hingga pengembangan teaching factory dan pusat pelatihan manufaktur modern.

Partisipasi aktif dosen PNUP dalam forum internasional tersebut menjadi bukti komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan vokasi serta meningkatkan daya saing lulusan di era industri global. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Pastikan Pencairan Gaji PNS Naik 24,2 persen! Alokasi Anggaran Rp 126,9 Triliun: Bagaimana dengan Pensiunan dan Simak Kata PT Taspen
• 4 jam laluharianfajar
thumb
AS Sanksi Empat Aktivis Armada Bantuan Gaza, Tuduh Terkait Jaringan Hamas
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
IHSG Uji Level Krusial, Pasar Tunggu Pidato Prabowo dan BI Rate
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pesulap Merah Sebut Tak Ada Niat Sudutkan Sarwendah usai Konten Gunung Kawi Viral
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Tips Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Merasa Canggung
• 3 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.