JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin menyebut sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sehat dan baik-baik saja.
Ia mengaku mendapat informasi itu dari seseorang yang punya akses langsung komunikasi dengan orang di Israel, tetapi ia mengatakan tidak bisa menyebutkan pihak yang memberinya informasi tersebut.
"Saya mendapat kabar bahwa sembilan WNI yang diculik oleh militer israel kondisinya sehat, baik baik saja," ungkapnya, Rabu (20/5/2026), dipantau dari program Sapa Indonesia Malam KompasTV.
Andi menyebut para WNI yang ditangkap sudah melewati tahap pertama, yakni pengecekan.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama itu mereka yang ditangkap akan dipastikan tidak ada hubungan dengan organisasi teroris, kriminal atau membawa senjata.
"Alhamdulillah kesembilan WNI kita itu dianggap aman, tidak ada kaitan dengan organisasi teroris," ujarnya.
Baca Juga: Kemlu Israel Sebut Ratusan Aktivis Dipindahkan ke Kapal-Kapal Menuju Negaranya
Andi mengatakan tahap selanjutnya yang harus dijalani para WNI yang ditahan adalah pemeriksaan dokumen.
Namun, kata dia, proses pemeriksaan dokumen itu tertunda karena saat ini sedang ada hari keagamaan di Israel.
"Banyak yang libur. Jadi kemungkinan pemeriksaan dokumen akan berlanjut besok hari," ucapnya.
Ia berharap proses deportasi akan berjalan lancar dan sembilan WNI yang ditangkap Israel bisa segera dibebaskan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- wni
- wni ditangkap israel
- israel
- pemred republika
- global sumud flotilla





