Pantau - Danantara Indonesia menargetkan pengembangan sedikitnya 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga hingga lima tahun ke depan untuk mendukung pembangunan industri teknologi masa depan di Indonesia.
Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem industri semikonduktor nasional.
“Dalam tiga sampai lima tahun kami menargetkan pembangunan sedikitnya 15 ribu talenta semikonduktor,” ungkap Sigit.
Program pelatihan semikonduktor tersebut merupakan hasil kerja sama Danantara dengan Arm Ltd. yang turut melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta didukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Program pelatihan tahap pertama diikuti sekitar 1.000 peserta yang lolos seleksi dari lebih dari 4.500 pendaftar melalui kanal digital.
Penguatan Talenta Jadi Langkah AwalSigit menyebut peserta pelatihan diharapkan menjadi pionir pengembangan teknologi semikonduktor nasional di tengah meningkatnya kebutuhan industri berbasis teknologi.
“Teman-teman semua adalah pionir untuk memasuki teknologi baru,” kata Sigit.
Menurut dia, Danantara menempatkan industri semikonduktor sebagai salah satu fondasi industri masa depan Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Semikonduktor menjadi salah satu kunci industri masa depan Indonesia,” ujarnya.
Danantara juga mulai menyiapkan sejumlah sektor industri masa depan berbasis teknologi semikonduktor seperti otomotif berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), desain chip internet of things (IoT), utilitas, dan berbagai kebutuhan teknologi lainnya.
Sigit menjelaskan pengembangan industri semikonduktor dilakukan melalui pendekatan berbasis ekosistem dengan langkah awal berupa penguatan talenta dan kolaborasi bersama industri global.
“Kami membangun ekosistem industri semikonduktor dimulai dari penguatan talenta,” ungkapnya.
Peserta dengan hasil evaluasi terbaik nantinya berpeluang direkrut ke Danantara maupun badan usaha milik negara atau BUMN yang disiapkan menjadi bagian dari industri semikonduktor nasional.
Industri Semikonduktor Global Diproyeksikan Tembus 1,5 Triliun Dolar ASPelatihan semikonduktor berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan instruktur dari Arm, perusahaan teknologi asal Inggris pengembang arsitektur chip semikonduktor dan prosesor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri semikonduktor global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun dolar AS pada 2030.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri chip karena didukung sekitar 190 juta penduduk usia produktif dan penetrasi ponsel pintar yang telah melampaui 75 persen populasi.
Kebutuhan semikonduktor di Indonesia juga terus meningkat seiring pertumbuhan sektor otomotif dan internet of things.
Airlangga menjelaskan Indonesia memiliki kapasitas produksi otomotif sekitar 2 juta unit kendaraan per tahun dengan ekspor mencapai sekitar 600 ribu unit ke 70 negara.
Menurut dia, setiap kendaraan membutuhkan sedikitnya 150 chip semikonduktor untuk mendukung berbagai sistem teknologi di dalamnya.
“Kami yakin talenta yang dilatih oleh Arm akan menjadi pemimpin masa depan industri semikonduktor Indonesia,” kata Airlangga.




