Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi tercatat sebagai penghasil emisi gas metana terbesar kedua di dunia. Temuan tersebut berasal dari data emisi metana publik Carbon Mapper yang dirilis UCLA Emmett Institute melalui STOP Methane Project pada April 2026.
Peringkat tersebut diperoleh dari dua instrumen berbasis ruang angkasa, yakni satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Data kemudian dianalisis Carbon Mapper untuk menyusun daftar emiten ekstrem dengan mengidentifikasi lokasi pembuangan sampah dengan tingkat emisi tertinggi sepanjang periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025.
Hasilnya, TPST Bantar Gebang berada di posisi kedua dunia, tepat di bawah TPA Campo de Mayo di Argentina.
Menurut UCLA Emmett Institute, tempat pembuangan sampah yang menghasilkan 5 ton metana per jam dapat memberikan kontribusi terhadap pemanasan global yang hampir setara dengan satu juta kendaraan SUV atau satu pembangkit listrik tenaga batu bara besar berkapasitas 500 megawatt.
Namun, di luar itu, besarnya metana yang dihasilkan TPST Bantar Gebang juga bisa dimanfaatkan untuk energi baru.
Pakar biorefinery limbah hayati, energi berkelanjutan, dan teknologi penghilangan karbon dioksida sekaligus Dosen Teknik Kimia UGM, Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., M.S., Ph.D., menyebut metana juga dapat dipandang sebagai peluang energi.
Dari perspektif teknik kimia dan konversi energi, pemanfaatan gas metana dari tempat pembuangan sampah dapat menjadi strategi untuk menekan emisi sekaligus mendukung transisi energi yang lebih bersih.
Salah satu pendekatannya adalah penerapan teknologi methane capture atau penangkapan gas metana menggunakan jaringan pipa vertikal maupun horizontal yang dipasang di area timbunan sampah untuk mengumpulkan gas dari dalam landfill.
Baca Juga: Zulhas Perintahkan Sampah Bantar Gebang Setinggi 16 Lantai Diolah Jadi BBM
Gas yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dapat dialirkan menuju unit pemurnian atau pembangkit listrik berbasis biogas agar dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Tingginya potensi produksi metana di TPST Bantargebang pun dinilai dapat menjadi momentum evaluasi pengelolaan sampah nasional, bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.





