JAKARTA, KOMPAS.com - Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami mengatakan, titik trotoar yang viral di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah ditertibkan.
Pada Rabu (20/5/2026), lapak-lapak pedagang kambing kurban di trotoar depan dealer Daihatsu Karet Tengsin tersebut disorot karena memakan hampir seluruh badan trotoar.
Lapak tersebut berada persis di samping Jalan Karet Pasar Baru Barat dan berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.
Baca juga: Pramono Larang Jual Hewan Kurban di Trotoar dan Taman Jakarta
"Sudah (ditertibkan) per tadi pagi di sisi trotoar yang sempat viral," ujar Indriani saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Rabu.
Menurut Indriani, pihaknya pun telah memberikan pemahaman kepada pedagang karena waktu berjualan yang cukup singkat saat menjelang Idul Adha.
Sementara itu, keberadaan penjualan di titik lain, seperti di trotoar dekat Thamrin City, Kebon Kacang, Tanah Abang sudah diizinkan.
Baca juga: Pedagang Hewan Kurban Kuasai Trotoar di Pulogadung Jaktim, Warga Terpaksa Melintas di Jalan
"Kami mengizinkan mereka usaha asal tidak mengambil hak orang lain di fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum)," tutur Indriani.
Ia bilang, perdagangan hewan kurban di beberapa titik di Tanah Abang sudah menjadi rutinitas setiap tahun dan merupakan kearifan lokal warga.
"Untuk wilayah Tanah Abang memang kearifan lokalnya banyak yg bekerja sebagai pedagang kambing," ujar Indriani.
Baca juga: Satpol PP Bongkar Kios PKL di Trotoar Cicadas Bandung, 20 Lapak Ditertibkan
Ia menambahkan, selama ada kegiatan positif bagi warga, pihaknya memberikan dukungan.
Salah satunya karena untuk menekan tindakan premanisme karena ada peluang untuk mencari rezeki dengan berjualan.
Sebelumnya, dilansir unggahan video akun Instagram @jakpus.terkini, keberadaan lapak kambing kurban selain memakan trotoar, juga dikeluhkan warga karena disebut menyebarkan bau.
Baca juga: Peternak Sebut Pelemahan Rupiah Ikut Tekan Penjualan Hewan Kurban
Dalam video yang sama, terekam keberadaan seekor kambing yang diikat di beton trotoar secara terpisah dari lapak pedagang.
Sementara itu, di lapak penjualan kambing terlihat para calon pembeli sedang melihat-lihat kambing kurban sehingga semakin memenuhi badan trotoar hingga sulit dilewati pejalan kaki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




