Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Jadi Kaya, Tapi Cukup Bisa Makan Tiap Hari

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden menyebut, masyarakat Indonesia yang dipimpinnya tidak memiliki mimpi hidup bergelimang harta. Melainkan cukup bisa makan dengan baik setiap hari.

“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak dengan baik mereka bermimpi bisa makan dengan dengan baik tiap hari,” ungkap Prabowo pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Salah satu hal yang penting menurut Prabowo adalah membeli susu untuk anak. Kemudian bisa berobat ketika sakit.

Tapi, Prabowo mengakui, masyarakat tetap bermimpi mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang cukup.

“Bisa memberi susu untuk anak-anaknya. Bisa mencari ubat bila bilamana anak mereka sakit atau bapa mereka sakit. Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berjalan sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa Orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita,” tegasnya.

Saat Suara Surabaya mengonfirmasi ke beberapa masyarakat di Jakarta, Farens Excel mengatakan makan setiap hari memang cukup. Tapi, kalau ada rejeki lebih, dan ada peluang memperbanyak harta akan lebih bagus.

“Makan setiap hari itu for me it’s cukup, but kalau bisa lebih why not?,” kata Farens.

Sedangkan, Devina Zahra ingin dirinya berkecukupan secara ekonomi. Mungkin bukan kaya raya, tapi minimal memiliki finansial yang mempuni.

“Kalo aku pengen hidup berkecukupan. Enggak harus yang kaya banget, tapi lebih ke punya finansial yang aman gitu,” kata Devina.

Soal makan setiap hari cukup, Devina mengaku selalu bersyukur. Karena masih banyak orang di Indonesia yang kesulitan mencari sesuap nasi setiap harinya.

“Kalau ditanya apa makan setiap hari itu cukup? Menurutku itu sudah jadi hal untuk bersyukur. Soalnya banyak orang masih berjuang buat itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional turun ke kisaran 6–6,5 persen pada 2027. Target tersebut lebih rendah dibandingkan sasaran 2026 yang berada di rentang 6,5–7,5 persen.

Prabowo menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026 harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata. Karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen, dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen,” ujar Prabowo.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka ditekankan, harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen, dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96 persen.

Kemudian, rasio gini ditargetkan membaik pada rentang 0,362 hingga 0,367, dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380.

“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit. Dengan berbagi program prioritas di bidang sumber daya manusia, indeks modal manusia ditargetkan membaik menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570,” katanya.(lea/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analis Tanggapi Pidato Prabowo: Ngomong Saja Gampang, Implementasinya Bagaimana, Itu yang Ditunggu
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Mengaku Pilu Hati Karena Dikritik Keras, PDI-P: Kami Jalankan Fungsi Partai
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Trump Sempat Siapkan Eks Presiden Ahmadinejad Jadi Pemimpin Iran
• 16 jam laludetik.com
thumb
Kepala Lembang Lea Akhirnya Penuhi Panggilan Sidang KI, Kalem: Saya Akui Banyak Kelirunya
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Harkitnas ke-118, Pemkot Batu Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda di Era Digital
• 16 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.