Bisnis.com, TANGERANG — Raksasa migas asal Inggris, British Petroleum (BP) menambah portofolio hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia melalui penandatanganan tiga kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) baru.
Penandatanganan PSC dilakukan dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Perjanjian itu ditandatangani BP bersama Pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas dan disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dengan tambahan tersebut, total partisipasi BP di Indonesia kini mencapai 11 blok migas.
EVP Gas & Low Carbon Energy BP, William Lin menjelaskan bahwa dua dari tiga PSC baru tersebut mencakup blok eksplorasi Bintuni dan Drawa yang berlokasi di sekitar fasilitas LNG Tangguh di Papua Barat.
Menurut dia, kedekatan lokasi blok baru dengan fasilitas eksisting membuka peluang percepatan pengembangan apabila eksplorasi menemukan cadangan ekonomis. Selain itu, BP juga masuk ke Blok Barong di Jawa Timur yang dioperasikan oleh Inpex Corporation.
“Perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang BP untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami telah memiliki aset kelas dunia di Indonesia,” kata William.
Dia menuturkan, tahun ini menjadi penanda 60 tahun kehadiran BP di Indonesia. Perseroan berharap agar perusahaan itu dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Tahun ini menandai 60 tahun kehadiran BP di Indonesia. Melalui dedikasi tim regional kami serta fokus berkelanjutan pada keselamatan dan kinerja operasional, kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra untuk mendukung ketahanan energi dan tujuan pembangunan Indonesia ke depan,” ujarnya.
Adapun, mitra BP di blok Bintuni dan Drawa terdiri atas CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V., yang merupakan perusahaan patungan antara INPEX dan Mitsubishi Corporation, serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc. yang merupakan bagian dari LNG Japan Corporation.
Setelah penandatanganan PSC, BP kini resmi memiliki 49% partisipasi di Blok Barong, sementara itu Inpex bertindak sebagai operator dengan kepemilikan 51%. Ketiga PSC tersebut merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II 2025 yang digelar Kementerian ESDM.





