BPOM Sebut Bogor dan Depok Darurat Penyalahgunaan Tramadol

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta,VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menindak pabrik ilegal di Jawa Barat dan Jawa Tengah, menemukan lebih dari satu miliar tablet obat-obatan tertentu (OOT) dan bahan baku bernilai mencapai Rp398 miliar, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan, OOT berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2025 tentang Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan, yaitu tramadol, triheksifenidil, klorpromazin, amitriptilin, haloperidol, ketamin, dan dekstrometorfan.

Baca Juga :
BPOM soal Wacana Larangan Total Vape: Tidak Bisa Keseluruhan
BPOM Cabut Izin Edar 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya

"Penyalahgunaan OOT, khususnya di wilayah Bogor dan Depok telah menjadi kondisi darurat, karena menunjukkan tren peningkatan signifikan dan mulai bergeser menggantikan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika," kata Taruna.

Berdasarkan penelusuran BPOM, katanya, daerah rawan kejahatan OOT secara nasional meningkat 19 kali lipat dalam 7 tahun dengan distribusi didominasi melalui jasa logistik. Temuan siber juga meningkat 2 kali lipat serta perkara terkait OOT menjadi perkara paling banyak dalam penyidikan di bidang obat.

Sedangkan data hasil pengawasan/penindakan Balai POM di Bogor memperlihatkan 46 operasi penindakan telah dilakukan bersama otoritas di Kota Depok. Data juga mencatat adanya 37 permintaan keterangan saksi/ahli dari aparat penegak hukum terkait penyalahgunaan OOT.

"BPOM telah melakukan pengawasan rutin terhadap 449 sarana pelayanan kefarmasian di wilayah Bogor dan Depok sejak 2023 sampai dengan Triwulan I tahun 2026. BPOM juga melakukan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai bahaya penyalahgunaan OOT terhadap 115 sekolah di wilayah Kota Depok," katanya.

Selain itu, Program Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang (ToT CEPOT) yang telah diimplementasikan di Kota Depok. Program ini nantinya diperluas ke Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

"Target sekolah yang akan diintervensi dalam 2–5 tahun ke depan, yaitu sebanyak 1.369 sekolah di Kabupaten Bogor dan 363 sekolah di Kota Bogor," katanya.

Dia mengingatkan tentang dampak serius yang dapat terjadi pada kesehatan, antara lain halusinasi, gangguan perilaku, gangguan fungsi otak, hingga ketergantungan. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan OOT berisiko menyebabkan kerusakan organ, gangguan mental berat, over dosis, bahkan kematian.

"Selain itu, dapat mengancam masa depan bangsa karena merusak kualitas generasi muda serta meningkatkan kriminalitas dan beban ekonomi yang berisiko menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Baca Juga :
Kepala BPOM Sebut Penyalahgunaan Ketamin Melonjak Drastis Sepanjang 2022-2024
Polres Jakpus Tangkap Penjual Tramadol & Obat Terlarang Berkedok Toko Ikan Hias
Cegah Cemaran Mikroba, BPOM Keluarkan Aturan Baru untuk Produk Sosis Hingga Mi Instan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Kota Surabaya 21 Mei 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RW di Jakarta yang Berhasil Pilah Sampah 100 Persen Akan Dapat Insentif dari Pemprov DKI
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Warga Tiongkok Gencar Menabung, Tiga Krisis Besar Mulai Muncul
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Sepekan Ada Pekerjaan Pemeliharaan di Tol MBZ, Pengendara Perlu Siapkan Rute Alternatif
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Tangkap Pria yang Rampas HP Bocah Saat Rekam Bus Telolet di Tangsel
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.