Seoul (ANTARA) - Sebuah kapal tanker minyak Korea Selatan meninggalkan Selat Hormuz setelah berkonsultasi dengan Iran, kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun.
Cho menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri pertemuan komite urusan luar negeri parlemen, Rabu, dan kapal tanker itu "saat ini" sedang melintasi Selat Hormuz.
Menurut Kantor Berita Yonhap, jika kapal tanker tersebut memasuki Teluk Oman, kapal itu akan menjadi kapal Korsel pertama yang keluar dari Selat Hormuz sejak meletusnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari lalu.
Jumlah kapal Korsel yang masih menunggu di dalam selat tersebut akan berkurang menjadi 25 kapal, sebut Yonhap.
Korsel sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan jalur yang aman dan cepat bagi seluruh kapal mereka, ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri negara tersebut, demikian dikutip Yonhap.
Cho menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri pertemuan komite urusan luar negeri parlemen, Rabu, dan kapal tanker itu "saat ini" sedang melintasi Selat Hormuz.
Menurut Kantor Berita Yonhap, jika kapal tanker tersebut memasuki Teluk Oman, kapal itu akan menjadi kapal Korsel pertama yang keluar dari Selat Hormuz sejak meletusnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari lalu.
Jumlah kapal Korsel yang masih menunggu di dalam selat tersebut akan berkurang menjadi 25 kapal, sebut Yonhap.
Korsel sedang melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan jalur yang aman dan cepat bagi seluruh kapal mereka, ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri negara tersebut, demikian dikutip Yonhap.





