jpnn.com, JAKARTA -
Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI Dr. Dedi Iskandar Batubara menghadiri Rapat Paripurna DPR dengan agenda Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 pada Rabu (20/5/2027).
BACA JUGA: Presiden Prabowo: Anak-anak Muda Jangan Semua Minta jadi ASN
Senator Dedi Iskandar menyambut baik agenda tersebut.
“Saya kira ini konvensi baru yang memberikan ruang lebih besar kepada DPD RI untuk dilibatkan meskipun dalam posisi sebagai undangan untuk melihat bagaimana kemudian pemerintah menyusun kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal di RAPBN 2027,” ujar Senator Dedi Batubara seusai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
BACA JUGA: Prabowo Salah Sebut Gaji Guru Naik 300 Persen, Ternyata Gaji Hakim
Oleh karena itu, Senator Dedi yang juga Ketua SC Muktamar Al Washliyah XXIII yang akan pada 7-10 Juli 2026 itu memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo karena pada momen Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026 menyampaikan pidato di Rapat Paripurna DPR yang dihadiri DPD RI.
“Ini konvensi baru dan menjadi momen bersejarah,” ujar Senator Dedi yang juga Ketua Al Washliyah Provinsi Sumatera Utara ini.
BACA JUGA: GREAT Institute Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Kembali pada Amanat Konstitusi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2027 melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF).
Prabowo menyampaikan bahwa pendapatan negara dalam APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen PDB guna mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Hal itu dia katakan saat pidato dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI Dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, pada Rabu (20/5).
“Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” ucap Prabowo.
Selain menjaga disiplin fiskal, pemerintah juga menargetkan stabilitas sektor keuangan dan moneter nasional.
Suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun dijaga pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.
“Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang 16.800 rupiah hingga 17.500 rupiah,” kata dia.
Inflasi juga disebut akan dijaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Pada sektor energi, Prabowo menyampaikan bahwa harga minyak mentah Indonesia diperkirakan berada pada rentang 70 hingga 95 dolar Amerika Serikat per barel.
“Selanjutnya, lifting minyak bumi ditargetkan 602 hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas 934 hingga 977 ribu barel setara minyak bumi per hari,” jelasnya.
Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, eks Menteri Pertahanan itu meyakini bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027.
Prabowo berjanji, pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen pada 2029 juga harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.
“Karena itu, angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96 persen,” tutur Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan petani.
Indeks modal manusia ditargetkan membaik menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570, sementara indeks kesejahteraan petani ditargetkan meningkat menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731.
Nilai tukar petani (NTP) yang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, kata Presiden, akan terus diperjuangkan untuk ditingkatkan kembali.
“Kita juga akan buka lapangan kerja secara besar-besaran. Ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen di 2027 dari sebelumnya 35,00 persen di tahun 2026, atau naik 5,81 persen,” tambahnya.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




