Usai Jabat Tangan Putin dan Xi Jinping di Beijing

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Great Hall of the People, Beijing, Rabu (20/5). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan strategis di tengah situasi global yang dinilai semakin kompleks dan penuh tantangan.

Xi menyatakan China dan Rusia harus saling mendukung pembangunan nasional masing-masing sekaligus mendorong tata kelola global yang lebih adil. Sementara Putin menegaskan Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal, serta menekankan pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjalankan politik luar negeri yang independen dan berdaulat.

Sambut Putin di Beijing, Xi Jinping: China-Rusia Harus Saling Dukung

Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Great Hall of the People, Beijing, pada Rabu (20/5).

"China dan Rusia harus membantu pembangunan dan revitalisasi satu sama lain," kata Xi kepada Putin, dikutip media pemerintah China, Xinhua.

Reuters melaporkan,Xi juga mengatakan Beijing dan Moskow perlu bersama-sama mendorong sistem tata kelola global yang lebih adil dan rasional.

"China dan Rusia harus mempromosikan pembangunan sistem tata kelola global yang lebih adil dan masuk akal," ujarnya.

Putin ke Xi: Rusia Tetap Jadi Pemasok Energi Andal di Tengah Gejolak TimTeng

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya tetap menjadi pemasok energi yang andal di tengah gejolak Timur Tengah saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Rabu (20/5).

"Di tengah krisis Timur Tengah, Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal," kata Putin dalam pertemuan di Great Hall of the People, Beijing, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok, 20 Mei 2026.

"Hubungan ekonomi kami menunjukkan dinamika yang baik," ungkapnya.

Putin: Rusia dan China Kompak Jalankan Politik Luar Negeri Independen

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia dan China akan bersama-sama menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat usai bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, Rabu (20/5).

"Yang paling penting adalah Rusia dan China berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat, bekerja sama dalam koordinasi strategis yang erat, serta memainkan peran penting sebagai penstabil di panggung global," kata Putin, dalam pesan video media Rusia yang dilansir AFP.

Dalam deklarasi bersama yang dirilis Kremlin, Rusia dan China juga menyinggung kondisi global yang disebut semakin kompleks.

"Agenda perdamaian dan pembangunan global menghadapi risiko dan tantangan baru, serta ada bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kembalinya 'hukum rimba',' bunyi deklarasi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi VPS untuk Media Online yang Butuh Server Stabil
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Fedi Nuril Berduka, Sang Ibu Gusmawati Tutup Usia
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bukan Skincare Biasa, Ilmuwan Temukan Makan Anggur Bisa Ubah Gen Kulit Jadi Anti-Gosong
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Akui MBG Banyak Kekurangan dan 3.000 Dapur Telah Ditutup
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah RI Maksimalkan Diplomasi Dewan HAM PBB Selamatkan 9 WNI yang Ditahan Israel
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.