Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mempublikasikan video yang menampilkan sejumlah aktivis kemanusiaan Gaza yang mereka tangkap, pada Rabu (20/5). Pada video itu, para aktivis yang tertangkap nampak terikat tangannya, mereka juga bersujud.
Sementara sekelilingnya, tampak sejumlah aparat Israel.
Dilansir AFP, video itu diunggah Ben Gvir di akun sosial medianya dengan caption 'Selamat datang di Israel'.
Video itu menuai kecaman internasional, bahkan Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu dekat Israel mengecam perilaku itu. Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, bahkan menyebut Ben Gvir menodai dirinya sendiri.
"Kemarahan universal dan kecaman untuk setiap pejabat Israel, terutama perilaku tercela Ben Gvir. Memburu (aktivis) flotilla itu bodoh, tapi Ben Gvir telah mengkhianati harga diri negaranya," kata Huckabee lewat akun X nya.
Komisaris Uni Eropa, Hadja Lahbib, juga menyesalkan peristiwa itu.
"Harusnya, tidak ada yang dihukum atas nama kemanusiaan," katanya.
Selain itu, Belgia dan Prancis melakukan langkah diplomatik lebih konkret. Mereka memanggil Duta Besar Israel atas perilaku Ben Gvir yang tak dapat diterima.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga dilaporkan mengambil langkah yang sama. Ia meminta Kementerian Luar Negeri Kanada untuk memanggil Dubes Israel untuk Kanada.
"Aktivis kemanusiaan diperlakukan sangat buruk, tak dapat diterima," kata Carney.
Militer Israel sebenarnya telah mengintersep pelayaran kapal-kapal aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 ini pada Senin (18/5).
Aktivis yang ada di atas kapal-kapal itu ditangkapi, di antara mereka ada 9 Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk 3 jurnalis, yakni Andre Prasetyo (jurnalis Tempo TV), Bambang Noroyono (jurnalis Republika), dan Thoudy Badai (jurnalis Republika).




