JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat agar mewaspadai maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI melalui tautan online, pesan singkat, hingga media sosial.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan seluruh proses pengajuan KUR BRI tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan link tidak resmi maupun akun pribadi.
“Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” kata Dhanny dalam siaran persnya yang dikutip Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Waspada Modus Baru Penipuan Daftar Nikah Gunakan Logo Kemenag dan QRIS Palsu
Ia mengatakan masyarakat hanya dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui kantor resmi BRI seperti Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
BRI juga menegaskan seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.
Selain itu, BRI mengingatkan nasabah agar tidak memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia kepada pihak mana pun.
Baca Juga: Satgas PASTI Blokir Magento, Diduga Catut Nama Produk Adobe untuk Penipuan Investasi
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” ujad Dhanny.
Perseroan mengimbau masyarakat hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti situs resmi BRI, media sosial resmi BRI, maupun Contact BRI 14017 dan 1500017.
Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber :
- kur bri
- kredit usaha rakyat
- bank rakyat indonesia
- penipuan kur online





