Bisnis.com, CIREBON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon memetakan sebanyak 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Tiga kecamatan di antaranya diprediksi memiliki tingkat kerawanan tertinggi.
Berdasarkan catatan BPBD, wilayah dengan potensi kekeringan paling tinggi berada di Kecamatan Gegesik, Gempol, dan Sedong. Titik rawan tersebar di Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Desa Cupang, Kecamatan Gempol, serta Desa Winduhaji, Kecamatan Sedong.
Selain itu, BPBD juga mencatat potensi kekeringan di Kecamatan Klangenan, Talun, Tengah Tani, Suranenggala, Panguragan, Mundu, Palimanan, Ciwaringin, Susukan Lebak, Karangwareng, Dukupuntang, Kapetakan, Waled, Sumber, Ciledug, Beber, Kaliwedi, dan Gunungjati.
Ancaman kekeringan dipicu menurunnya debit sumber air dan keterbatasan jaringan distribusi air bersih di sejumlah desa. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan air rumah tangga hingga aktivitas pertanian masyarakat.
BPBD Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, di antaranya pemetaan daerah terdampak, penyediaan armada distribusi air bersih, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan pihaknya telah meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mulai terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga
- Kemarau Ancam Produksi Padi, Petani Cirebon Mulai Cari Aman
- Siaga Kemarau, Cirebon Andalkan Varietas Tahan Kering
Menurutnya, pemerintah daerah juga meminta BPBD dan dinas terkait melakukan pemantauan rutin terhadap wilayah-wilayah rawan terdampak kekeringan.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan cepat untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami meminta seluruh pihak bergerak cepat apabila ditemukan wilayah yang mulai kesulitan air bersih. Jangan sampai masyarakat terlambat mendapatkan bantuan,” kata Imron, Kamis (21/5/2026).
Imron juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Menurutnya, penghematan penggunaan air menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama di daerah yang selama ini kerap mengalami krisis air bersih saat kemarau panjang.





