Anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade mengapresiasi layanan bus Shalawat pengantar jemaah haji dari dari Al Hidayah Tower. Meskipun pemondokan tersebut lokasinya paling jauh dari Masjidil Haram, tetapi waktu tempuh bus cukup singkat, hanya 20 menit.
Seperti diketahui, Al Hidayah Tower berjarak sekitar 13 Km dari kawasan Masjidil Haram. Jarak pemondokan yang jauh tersebut menjadi sorotan tersendiri Timwas Haji DPR.
Pada Rabu (20/5), Timwas Haji DPR melakukan peninjauan ke pemondokan untuk melihat kondisi pemondokan serta layanan yang diberikan kepada jemaah haji, termasuk transportasi.
“Menurut saya ini perlu kita apresiasi bahwa meskipun letaknya jauh, tapi jemaah melaporkan, menyampaikan ke kita waktu tempuhnya hanya 20 menit,” kata Andre usai melakukan peninjauan dalam keterangannya kepada wartawan.
Selain cepat, bus Shalawat yang mengantar jemaah haji dari Al Hidayah Tower memiliki rute perjalanan yang langsung ke Terminal Jabal Ka’bah. Dari terminal tersebut, jemaah tinggal berjalan kaki sejauh 500 meter untuk menuju Masjidil Haram.
“Apalagi antara Jabal Ka'bah dan Haram itu jalannya datar. Jadi memudahkan jemaah untuk mengakses dari Jabal Ka’bah ke Masjidil Haram,” imbuh Wakil Ketua Komisi VI DPR tersebut.
Bus Shalawat juga beroperasi 24 jam, sehingga kapanpun jemaah ingin beribadah ke Masjidil Haram bus tersebut siap mengantarkan mereka. Andre yang melihat langsung bus Shalawat menilai kondisi bus tersebut bersih dan terawat.
Saat ini, jumlah bus yang tersedia juga cukup memadai, yaitu sekitar 55 bus, termasuk bus khusus pengangkut jemaah haji kelompok disabilitas. Jumlah bus berkapasitas 43 penumpang akan ditingkatkan menjadi 60 setelah satu kelompok terbang (kloter) lagi jemaah haji tiba di pemondokan tersebut.
Andre juga sempat menanyakan langsung pelayanan bus Shalawat kepada para jemaah haji. Menurut Andre, sejauh ini tidak ada pernyataan yang sifatnya keluhan dari para jemaah menyangkut layanan bus Shalawat.
“Sehingga secara over all layanan transportasi kita itu sangat baik dari Al Hidayah menuju Masjidil Haram dan itu patut kita apresiasi bahwa Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap pelayanan transportasi jemaah haji,” pungkas Andre.





