Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasannya soal anggaran acara kebudayaan yang berlangsung selama satu bulan penuh.
Adapun puncak peringatan Hari Jadi Tatar Sunda berlangsung meriah hingga melintasi tengah malam pada tanggal 18 Mei 2026 lalu.
Akan tetapi, di tengah sorotan publik terkait pembiayaan rangkaian acara kebudayaan yang berlangsung selama satu bulan penuh itu, pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi ini memberikan klarifikasi tegas mengenai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dia menyatakan kegiatan tersebut tidak membebani kas daerah sama sekali melainkan mengandalkan skema kerja sama dan dukungan kemitraan.
“Banyak orang kemarin berdebat saya menghabiskan APBD. Untuk seluruh rangkaian kegiatan yang dibuat dalam satu bulan ini, saya tidak mengambil satu rupiah pun dari anggaran daerah,” tegasnya dikutip dari laman bapenda.jabarprov.go.id pada Kamis (21/5/2026).
Melansir laman tersebut, pergelaran ini disebut-sebut membawa dampak ekonomi positif langsung (multi-platform financing) bagi perbankan daerah.
Bank BJB selaku mitra strategis mencatatkan keuntungan besar dari program penempatan dana massal (top-up) dari para mitra penonton yang hadir dalam pergelaran budaya tersebut.
Adapun komitmen investasi baru yang masuk ke Bank BJB dilaporkan menyentuh angka Rp70 miliar.
Untuk diketahui, acara puncak yang dikemas dalam bentuk pergelaran drama kolosal sejarah ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tapi juga panggung rekonsiliasi kultural yang unik serta dihadiri oleh jajaran pejabat negara, seniman nasional hingga musisi legendaris asal Malaysia.
Sebelum menuju Milangkala Tatar Sunda 18 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kirab budaya Mahkota Binokasih di sembilan kota.
Kirab ini diawali di Sumedang pada 2 Mei 2026 lalu berlanjut ke Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.
Kemudian kirab menuju ke Cianjur, Bogor, Karawang, Cirebon dan terakhir di Bandung. (nsi)




