Mark Zuckerberg Jorjoran Investasi AI, Kini Malah PHK 8.000 Karyawannya

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Meta resmi memulai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang akan berdampak pada sekitar 10 persen tenaga kerja global perusahaan atau sekitar 8.000 karyawan.

PHK dimulai pada Rabu waktu setempat dan dilakukan dalam tiga gelombang berbeda. Proses pemberitahuan kepada para pekerja dimulai sejak pukul 04.00 pagi waktu lokal bagi karyawan yang terdampak.

Menurut laporan Business Insider yang dikutip Aljazeera, sejumlah pekerja yang terkena PHK berasal dari tim integritas perusahaan yang bertugas menangani konten berbahaya dan ujaran kebencian.

Selain itu, tim keamanan siber dan divisi desain konten juga ikut terdampak.

Meta mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pekerja di Amerika Serikat (AS) akan menerima pesangon selama 16 minggu ditambah dua minggu tambahan untuk setiap masa kerja mereka di perusahaan.

Di saat yang sama, perusahaan induk WhatsApp, Facebook, dan Instagram itu juga membatalkan rencana perekrutan 6.000 pekerja baru.

Sebanyak 7.000 karyawan lainnya akan dialihkan ke posisi yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Langkah besar Meta ini muncul di tengah laporan merosotnya moral internal perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg.

Menurut laporan The Wall Street Journal, ketegangan internal meningkat setelah Meta menjalankan program pelacakan AI terhadap pekerja sebagai bagian dari upaya melatih model AI milik perusahaan sendiri.

Kebijakan tersebut menuai protes dari karyawan. Lebih dari 1.500 pekerja dilaporkan menandatangani petisi agar perusahaan tak mengumpulkan data mereka untuk kepentingan pelatihan AI.

Laporan Wired juga menyebut salah satu pegawai Meta mengungkapkan rendahnya moral perusahaan disebabkan kekhawatiran bahwa tenaga kerja manusia sedang digunakan untuk melatih sistem AI.

Tenaga pekerja khawatir karena AI nanti justru menggantikan mereka sendiri.

Selain ancaman otomatisasi, pekerja Meta juga mengeluhkan penurunan pengeluaran perusahaan untuk karyawan.

Hal itu termasuk pemangkasan kenaikan gaji tahunan dan turunnya total kompensasi rata-rata hampir 30 ribu dolar AS.

Meski melakukan efisiensi tenaga kerja, Zuckerberg tetap agresif menggelontorkan dana untuk pengembangan AI.
Investasi besar tersebut difokuskan pada proyek AI perusahaan, termasuk inisiatif Meta Superintelligence.

Pengeluaran modal Meta diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS tahun ini.

Angka itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025.

“Cara berpikir tentang investasi ini adalah bahwa kita bertaruh pada hal-hal individual yang dipedulikan orang, dan bahwa orang-orang akan menjadi lebih penting di masa depan,” kata Zuckerberg dalam konferensi pendapatan perusahaan pada April lalu.

Fenomena PHK akibat ekspansi AI juga mulai meluas di industri teknologi global.

Survei terbaru Goldman Sachs menunjukkan PHK yang dipicu AI kini setara lebih dari 16.000 PHK per bulan sepanjang tahun ini.

Situasi serupa juga terjadi di Cisco yang sebelumnya mengumumkan rencana memangkas sekitar 4.000 pekerja.

Di tengah langkah restrukturisasi tersebut, saham Meta tercatat masih naik 0,1 persen pada perdagangan tengah hari. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lintas Armada Indonesia Salurkan Bantuan ke Empat Panti di Jakarta
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
IHSG Ambles 1,5% Saat Bursa Saham Asia dan Wall Street Kompak Menguat
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dedi Mulyadi Ajak PKL Cicadas Jadi Petugas Kebersihan, Singgung Soal Kota Bersih
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Di Depan DPR, Presiden Prabowo Yakin 2027 Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,8 Hingga 6,5 Persen
• 23 jam lalunarasi.tv
thumb
Dosen Berkualitas dan Daya Saing Global untuk Kemajuan Bangsa
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.