Tangerang, CNBC Indonesia - Di tengah gejolak geopolitik dan volatilitas pasar energi global, PT Medco Energi Internasional Tbk terus memperkuat strategi bisnisnya, mulai dari penguatan portofolio gas domestik, ekspansi aset internasional, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menopang transisi energi di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Senior VP Business Support PT Medco E&P Indonesia Iwan Prajogi menegaskan bahwa sektor minyak dan gas (migas) masih menjadi tulang punggung bisnis Perseroan sekaligus sumber utama arus kas untuk mendukung pengembangan energi masa depan.
Adapun, secara keseluruhan, produksi bruto MedcoEnergi mencapai lebih dari 350 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD), termasuk dari aset yang dioperasikan sendiri maupun bersama mitra.
Dari jumlah tersebut, produksi domestik mencapai lebih dari 265 ribu BOEPD, sementara kontribusi internasional sekitar 88 ribu BOEPD.
"Yang ingin saya highlight, gas menyumbang 72% dari total produksi. Kontribusi dari Medco terhadap kebutuhan gas Indonesia juga mencapai sekitar 21%. Jadi kita salah satu produsen gas domestik utama di Indonesia," ujarnya dalam sesi diskusi bertema "MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth dikutip Kamis (21/5/2026).
Ia pun menambahkan, salah satu pencapaian penting MedcoEnergi sepanjang 2025 adalah penguatan portofolio di Sumatera Selatan, meski Perseroan memiliki wilayah operasi mulai dari Aceh hingga Sulawesi.
Pada tahun lalu misalnya, MedcoEnergi meningkatkan kepemilikan di Blok Corridor dengan mengakuisisi 24% participating interest (PI) milik Repsol sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi 70%. Langkah ini memberikan tambahan produksi sekitar 25 ribu BOEPD.
Selanjutnya, pada November 2025, Perseroan juga mengakuisisi 45% kepemilikan operator sebelumnya di Blok Sakakemang. Dengan demikian, maka total produksi bruto MedcoEnergi di Sumatera Selatan kini mencapai sekitar 127 ribu BOEPD.
Untuk proyek Blok Sakakemang sendiri, Iwan membeberkan saat ini masih berada pada tahap pengembangan dengan target onstream pada Kuartal III 2027. Target ini lebih cepat dibandingkan rencana awal yang diperkirakan baru terealisasi pada 2028.
"Mohon doanya kita bisa onstream di kuartal III 2027, which is itu akselerasi, karena awalnya menargetkan mungkin 2028, tapi sebagai komitmen kita untuk energy security kita percepat onstreamnya ke kuartal III 2027," katanya.
Selain di Sumatera Selatan, MedcoEnergi juga terus memperkuat aset regionalnya. Di Sulawesi, proyek Senoro Phase 2A ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini.
Sementara di Thailand, proyek Bualuang Phase-1 dijadwalkan onstream pada Kuartal II 2026. Perseroan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang efektif mulai September 2026.
Di sektor ketenagalistrikan, MedcoEnergi juga agresif mengembangkan energi bersih. Ijen Geothermal saat ini bersiap memasuki fase kedua dengan tambahan kapasitas 35 MW menuju total 70 MW.
Selain itu, ekspansi Batam IPP terus berjalan menuju kapasitas 300 MW, sementara proyek Sumbawa Solar PV 26 MWp masih berada dalam tahap kajian pengembangan lanjutan.
Dengan energi terbarukan kini menyumbang sekitar 26% dari total kapasitas terpasang, MedcoEnergi menargetkan bauran EBT meningkat menjadi 30% pada 2030.
Dari sisi keberlanjutan, MedcoEnergi juga mencatat peningkatan kinerja ESG. Pada Maret 2026, MSCI meningkatkan peringkat ESG Perseroan menjadi AAA, level tertinggi yang menempatkan MedcoEnergi dalam kelompok 11% perusahaan migas global dengan peringkat terbaik.
Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi migas sebesar 165-170 ribu BOEPD dan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
"Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," tutur Iwan.
(ven) Add as a preferred
source on Google




