Sherly Tjoanda Murka Tahu Tingkah Warga Malut, Akui Tak Segan Beri Bantuan: Dalam Hidup yang Termahal Adalah Nama Baik

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda bak murka dan memilik menolak untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh sebagian warga Ternate. 

Diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam kegiatan tersebut menyerahkan bantuan mesin kapal gratis kepada para nelayan Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate.

Hal tersebut dianggap sebagai upaya dalam mendukung sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Salah seorang warga dalam acara tetsebut juga menyampaikan sejumlah persoalan administrasi yang selama ini dialami nelayan setempat.

"Ada tiga masalah ibu, pertama masalah kependudukan terkait dengan KTP dan KK. Masalahnya begini bu, kebanyakan nelayan kita ini sudah beranak pinak di sini tapi KTP-nya bukan KTP Ternate."

"Dan yang ada satu lagi, di KTP-nya itu tertulis menikah, di KK-nya juga menikah, tapi tidak ada kutipan akta nikahnya. Karena kawinnya itu rata-rata ini perkawinanya kawin siri," kata salah satu warga tersebut.

Atas hal tersebut, Sherly pun meminta agar warga yang belum memiliki dokumen pernikahan resmi untuk didata dan mengikuti program kawin massal melalui Pengadilan Agama dengan biaya yang ditanggung pemerintah provinsi.

"Koordinasikan, semua dikumpulkan, kawin massal di pengadilan agama, ditanggung oleh Pemprov ya," jawab Sherly.

Tak sampai disitu, warga juga turut menyampaikan keluh-kesah lain yaitu soal utang piutang, mulai dari kredit bank, leasing, hingga pinjaman online.

"Terus yang kedua ini terkait masalah hutang piutang, hutang di bank BRI maupun di bank-bank yang lain, di leasing maupun di kredit place atau apa bahkan di pinjol," kata warga.

Sherly Tjoanda pun dengan tegas tidak akan membantu hal tersebut.

"Sebentar, yang kedua itu tidak bisa saya bantu. Bagi yang masih bersih namanya, pertama jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapapun yang nanti memanfaatkannya untuk pinjol. Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik. Jadi jika sudah diberikan kepercayaan, yang sudah cairnya juga kurnya hari ini 35 sampai 50 juta, dijaga nama baik. satu-satunya yang dimiliki yang tidak bisa, kalau sudah rusak itu gak bisa lagi (diperbaiki) adalah nama baik," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akta atau Akte? Mana yang Benar?-Jadi Lebih Paham
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Pastikan Model MUA AWS Bukan Korban Begal
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sindikat Pita Cukai Ilegal di Jateng Dibongkar, Kerugian Rp570 Miliar
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ahmad Dhani Ngaku Ogah Main Bareng Desta, Gading Marten, dan Andre Taulany: Gak Mau Terpengaruh
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo: Kita Jangan Jadi Pemerintah yang Santai dan Leha-Leha
• 17 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.