CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan udara Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan sepanjang malam hingga Rabu (20/5) menewaskan sedikitnya 29 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Puluhan warga lainnya dilaporkan terluka.
Kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan menghantam beberapa kota di wilayah selatan.
Target serangan meliputi kawasan permukiman, area dekat rumah sakit pemerintah, hingga sebuah sepeda motor di jalan raya.
Serangan paling mematikan terjadi di sebuah kota di Distrik Tyre, Lebanon selatan, dekat perbatasan Israel. Sedikitnya 12 orang tewas, termasuk seorang warga negara Suriah.
Di tengah serangan tersebut, Hizbullah mengklaim pasukannya terlibat bentrokan dengan militer Israel di dekat Kota Haddatha.
Kelompok itu juga mengaku menyerang konsentrasi pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan.
Militer Israel dilaporkan turut melakukan operasi penghancuran di area perbatasan antara Desa Blida dan Mays al-Jabal yang memicu ledakan besar.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan jalur negosiasi tetap menjadi satu-satunya cara mengakhiri konflik. Ia juga menekankan senjata harus berada di bawah kendali penuh negara.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 3.073 orang dan melukai 9.362 lainnya.
Meski gencatan senjata Israel-Lebanon mulai berlaku pada April dan beberapa kali diperpanjang, kedua pihak masih terus saling melancarkan serangan.
Dalam pidatonya di World Health Assembly di Jenewa, Rabu (19/5), Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nasreddine mengatakan serangan Israel telah memperburuk krisis sektor kesehatan di negaranya.
Ia mengungkapkan sebanyak 116 tenaga kesehatan tewas, 16 rumah sakit rusak, 147 ambulans diserang, dan 45 pusat layanan kesehatan terpaksa ditutup sejak 2 Maret.
Sumber: Antara




