Satpol PP DKI Bakal Tertibkan Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Jakarta

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpol PP DKI Jakarta akan melakukan patroli untuk menertibkan pedagang hewan kurban yang berjualan di fasilitas umum (fasum), terutama trotoar, menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan penjualan hewan kurban di trotoar mulai banyak ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta.

“Pasti kita lakukan patroli. Saat ditemukan, langsung kita tindak,” kata Satriadi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: SPG Emak-emak Koboi Pembawa Cuan, Omzet Pedagang Hewan Kurban Tembus Miliaran Rupiah

Satriadi menjelaskan, petugas akan lebih dulu memberikan peringatan kepada pedagang melalui lurah setempat.

Pedagang diminta tidak lagi berjualan di lokasi yang melanggar aturan.

“Kalau memang diimbau tidak digubris, maka kita lakukan penertiban,” kata dia.

Meski belum merinci jumlah pelanggaran yang ditemukan di seluruh wilayah Jakarta, Satriadi memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

“Pasti kita terus tertibkan,” kata dia.

Baca juga: Pramono Larang Jual Hewan Kurban di Trotoar dan Taman Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang penjualan hewan kurban di ruang-ruang publik seperti trotoar, taman, dan area yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Pramono mengatakan, pemerintah provinsi telah mengeluarkan instruksi agar aktivitas jual beli hewan kurban tidak dilakukan di lokasi yang tidak sesuai peruntukannya.

Ia menegaskan, langkah penertiban ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik di Jakarta.

“Di Jakarta saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Pedagang Hewan Kurban Kuasai Trotoar di Pulogadung Jaktim, Warga Terpaksa Melintas di Jalan

Bagi pedagang yang masih melanggar aturan akan diberikan teguran dan diminta segera berpindah ke lokasi yang diperbolehkan.

Menurut dia, kondisi di lapangan saat ini sudah jauh lebih tertib.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan, dan relatif sekarang ini kan hampir tidak ada di Jakarta,” lanjut dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raperda Baru DKI: Perlindungan Perempuan Digeser dari Reaktif Jadi Pencegahan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhub Sebut KRL yang Ditabrak Argo Bromo di Bekasi Timur Berhenti karena Kerumunan Warga
• 1 jam lalukompas.com
thumb
BPJS Kesehatan Usulkan Kepesertaan JKN Aktif Jadi Syarat Mahasiswa Baru Masuk Perguruan Tinggi
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Menhub Ungkap Detik-detik Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok di Rel
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Perkuat Desa Binaan untuk Cegah TPPO
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.